The Cloud Home
by Eleazhar P.
:: Wednesday, July 29, 2009
Hujan, Langit, Kelam

Semasa kecil, pernah ia bertanya pada bapanya.
"Pak, dimanakah Tahta Tuhan itu? Bila Dia di langit, dimanakah kakiNya berpijak?"
"Lalu, bila hujan turun, dimana Dia berteduh? Kalau malam, atau langit mendung, bagaimana Dia bisa melihat manusia di bawah, melihat rumah kita?"
Sang bapa tak bisa menjawab banyak, sekenanya, "nanti, secepatnya kamu mengerti."

hujan_langit_kelam
.....


Berhentilah bumi berputar pada sumbunya, berhentilah jarum jam berputar.
Heninglah bumi sewaktu langit mencurahkan hujan, menggelapkan yang terlihat mata.
Aku hendak masuk ke dalam suaka di dalam diriku.
Tempatku melindungi hatiku, mengenang hal-hal baik yang orang perbuat bagiku.
Ialah jua tempatku menyerang diriku yang menghancurkan diriku.

Aku menyesali, aku mensyukuri. Aku mengutuk diri, aku berbangga diri.
Kebahagiaanku adalah kutukku. Kutuk yang kujalani adalah kebahagiaanku.

Ah, betapa kurangajarnya diriku...
Mengharap hujan membersihkan luka tertoreh di pepohonan suaka ini. Sepertinya harapku terlalu berlebihan.

Penyuka, pengagum hujan, aku menunggu. Menunggu bunyi air dari kedalaman jurang suakamu. Lalu terdiam, berbicara dalam bisu, memandang ke arah langit utara. Barangkali Tuhan masih bertahta disana.

Saat hujan, langit, kelam...

Labels:

Eleazhar P. @ 7/29/2009 08:25:00 PM.

0 Comments:

Post a Comment

Back to blog homepage...
  Web This Blog

 

:: Blogger + Designer

Eleazhar Purba. Indonesian, living in Jakarta. A parts logistics lead who is interested in arts, writings, designs, photos, and the universe. More...
Find me on:

:: Categories

:: Featured

:: Monthly Archives