The Cloud Home
by Eleazhar P.
:: Saturday, January 16, 2010
Hati, Kamu, Jari.

Jika diibaratkan "ini" dan "kekinian" adalah sebuah gedung, maka gedung ini semakin lama semakin bertambah tinggi jumlah lantainya. Semakin bertambah penghuninya. Semakin bertambah jumlah tenant-nya.

Beberapa orang yang kutemui mungkin pernah kukenal, di masa lalu. Yang sebenarnya mereka tidak begitu kukenal. Aku merasa asing di gedung ini. Maka aku memilih keluar, berdiri di lobi. Lalu melihatmu di lobi gedung di seberang jalan yang membelah kawasan perkantoran ini.

Ada yang berbeda padamu. Kini. Potongan rambutmu kini sudah berbeda. Caramu berbicara juga berubah. Sikapmu terhadap orang lain juga tak bisa dikatakan sama.

Berbulan, bahkan menahun, mungkin berbelas tahun, aku seperti mengetahui siapa dirimu. Aku seperti telah menjadi bagian dari hidupmu. Padahal gedung tempat kita bekerja berbeda. Sementara kita saling tak mengenal nama. Sementara kita tak pernah bertegur sapa. Hanya saling melihat, di lobi yang berseberangan. Perlu kamu tahu, aku membaca hati seseorang dari matanya. Dan aku mengagumi isi hatimu, kebesaran hatimu, lembutnya hatimu, kuatnya hati itu. Dari kedua matamu.

Dan dari isi hatimu, aku seperti melihat kebaikan dan kemurahan hati Tuhan dalam hidup, yang seperti tidak pernah adil ini. Bila setiap hari, dulu, belasan e-mail berisi keluhan dan tagihan dari customer sanggup menggertakku, maka aku akan mengingat kekinian hatimu yang luar biasa lebarnya. Dan aku tenang. Bila dulu aku pernah menginginkan mati dalam kecelakaan pesawat terbang, agar jasadku langsung terbakar lenyap di udara, hanya karena kesalahpahaman dengan orang lain, maka kini aku menyesali keinginanku. Kamu tahu, aku menangis di bus, menumpahkan haru, karena aku masih hidup, sehabis kecelakaan yang menimpaku beberapa waktu lalu.

Karena aku masih hidup. Karena aku masih akan bisa melihatmu besok. Karena aku masih mempunyai hal-hal yang layak kuperjuangkan. Karena aku masih punya ibu dan adik-adikku, aku sebagai si sulung yang menggantikan bapaku yang sudah tiada. Karena besok aku masih punya kesempatan untuk melayani orang banyak. Karena besok aku masih ada waktu untuk melatih mempersiapkan orang-orang. Dan aku, masih bersemangat untuk hidup.

Dulu, jari-jari ini sempat begitu lincah berkeluh kesah tentang hati, tentang tokoh-tokoh antagonis dalam perjalanan hidupku. Namun sempat semua jari lumpuh, seakan semua menjadi kelingking. Dan kini, kamu, kekinianmu, hatimu, hai teman yang namamu bahkan tidak kutahu, telah mengembalikan semua jari pada ketetapannya semula. Dan kamu membuatku memiliki "passion" itu lagi. Jari-jari ini akan menulis lagi. Hidup ini kuperjuangkan lagi.

Karena, kamu.

Labels:

Eleazhar P. @ 1/16/2010 07:07:00 PM.

2 Comments:

"Hai Ele,
salam kenal ya. Aku tahu blogmu ini dari Aan Nirwana (teman kuliahku dulu). Tulisanmu bagus-bagus.

Dewi"
 
"Hi Mbak Ratna,

Salam kenal juga. Request di FB udah aku accept.
Thanks utk apresiasinya. :)"
 

Post a Comment

Back to blog homepage...
  Web This Blog

 

:: Blogger + Designer

Eleazhar Purba. Indonesian, living in Jakarta. A parts logistics lead who is interested in arts, writings, designs, photos, and the universe. More...
Find me on:

:: Categories

:: Featured

:: Monthly Archives