The Cloud Home
by Eleazhar P.
:: Friday, April 30, 2010
Melankolis di Hutan Suram

Sejak hari kekalahanku itu, aku tidak lagi mengingat nama orang yang menembakkan anak panah ke kaki kananku. Ia seperti tahu, kaki kanan inilah bagian tubuhku yang memiliki saraf berserabut langsung dengan hatiku. Aku hanya mengingat wajahnya. Ia perempuan berbaju zirah yang dikira lelaki. Aku kehilangan jejaknya sejak peperangan di hari itu. Aku ingin mengalahkannya. Sungguh. Bahkan hanya dalam satu kesempatan bila ada, ingin ia kupanah juga, tepat di anggota tubuhnya yang menjadi titik kelemahannya. Mulutnya.

Sejak hari kekalahanku itu, aku berdiam di hutan lembab gelap ini. Membawa segala sakit di hatiku karena panah itu. Jin-jin hutan berkali meneriakiku "gila! Gila! Kamu gila!" Kujawab, "terserah!" Aku sudah terlalu biasa membalas teriakan cacian mereka. Mungkin baiknya aku tetap berjalan dengan wajah tegak, didaulat sebagai orang gila, lalu mencari cacing dan kalajengking di balik bebatuan untuk menjadi makanan harianku. Aku tak benar-benar perduli lagi akan jin-jin itu. Aku sedikit lebih berkuasa, bahkan ular raksasa berkepala tujuh, penguasa hutan ini menjadi begitu patuh padaku.

Di suakaku ini, tempat teraman di dunia tak berbentuk ini. Di hutan ini. Aku masih dapat melihat semburan api di atas sana. Selaksa hasta ditarik ujung dari tanah. Tepat beberapa hasta di ujung pohon-pohon raksasa ini. Semburan api. Peperangan masih belum usai di luar hutan ini. Entahlah kapan berakhir.

Wanita jahanam itu pernah tiga kali terlihat di atas sana. Mengibarkan panji-panji berwarna merah miliknya, dengan lambang penuh kenajisan kerajaannya tepat di tengah panji-panji itu. Kami besar, tumbuh, menerima ajaran bahwa lambang yang dibawanya itu najis. Seingatku, lambang itu bernama "Bahagia dan Sukacita". Kaumku, aku, bisa sekarat, menderita, lalu secepatnya mati bila racun mereka yang diambil dari sari buah "Bahagia dan Sukacita" merambah pembuluh darah kami setelah hati kami dilumpuhkannya. Aku, kami, membenci mereka! Entah apa itu "Bahagia", entah apa itu "Sukacita". Menyakitkan! Beruntung panah yang menusuk kakiku ini tak beracun!

Lihat! Lihat!! Wanita jahanam itu muncul lagi di atas sana. Kupikir ini kesempatanku. Aku sudah cukup kuat. Aku akan membuatnya jatuh sama seperti kejatuhanku di hari itu, aku akan membuat dia merasakan deritaku, sakitku, perihku! Membalut tubuhku dengan baju zirah unguku, aku mengambil seluruh anak panah "Kepahitan" berujung api berwarna biru tua. Aku akan menembaknya jatuh. Kemuraman ini harus dia rasakan. Maka ia akan mati!

Aku mengumpulkan seluruh tenaga terakhirku. Aku akan mengalahkannya.

Satu.
Dua.
Tiga.

Ia akan kukalahkan! Jatuhlah engkau!!! Tidak ada itu bahagia!! Sukacita tidak akan pernah ada!!...

Labels:

Eleazhar P. @ 4/30/2010 12:16:00 PM.

2 Comments:

  • On May 6, 2010 at 12:37 PM, Anonymous Anonymous said,
  • "le,,ini soal tante lucy or apa,,peperangan dengan wanita jahanam,,,akankah sepert itu,,"
     
    "Melankolis vs Sanguinis, Ver... :)"
     

    Post a Comment

    Back to blog homepage...
      Web This Blog

     

    :: Blogger + Designer

    Eleazhar Purba. Indonesian, living in Jakarta. A parts logistics lead who is interested in arts, writings, designs, photos, and the universe. More...
    Find me on:

    :: Categories

    :: Featured

    :: Monthly Archives