The Cloud Home
by Eleazhar P.
:: Saturday, May 15, 2010
Tweet dan Recehan Uang

Saya menggunakan layanan twitter untuk iseng. Katakanlah, untuk mendapatkan distribusi info-info ringan dan menyebarkannya kembali (retweet) bila perlu. Jalur busway mana yang macet, demo apa hari ini di jalan-jalan protokol, ngobrol & saling mencela sesama teman kantor, dan sebagainya.

140 karakter.
Sedikitttt.... sekali.

Baru mengunjungi situs ini.
Hmmm...
Sepertinya menarik kalau tweet-tweet kita bisa menghasilkan uang, walau hanya recehan.

Hahaha.
Ya sudah, kalau kamu berminat silahkan ikut saya mendaftar di sana.

Labels:

Eleazhar P. @ 5/15/2010 01:07:00 PM. 2 comments.
Read full post with comments.
:: Friday, May 14, 2010
Bountiful Basket

“What is the symbol of your personality?”

Bountiful Basket. :)

You are very loved. Everyone finds you a welcoming, warm person. They look to you for advice and comfort, and someone to just have a good time with. Your personality… is seen as cliche and average, but in truth, you have talents and skills and ideas that no one has thought of before. You are someone with style. You are good with colors, and you know how to color people’s worlds and minds to your way.

You think new relationships are a coloring book, to fill them in with fulfilling conversations and meetings. You may seem nice and perfect and beautiful, you have a policy of “forgive but never forget”. You always remember your enemies if you have any, and you know where to steer. Sometimes, when you’re completely lost, you are dependent on friends for help. You hope they’ll be there for you, but sometimes you fear that they won’t be. That is something you are afraid of. You are ready to give, but you are also ready to accept.

To many, it seems like you change your personality just for different people, but in fact, you are the one thing that’s not changing. Other people grow on you, and grow fond of you, not the other way around. You are always yourself, and you are definite.

Just a Facebook fun thing.

Labels:

Eleazhar P. @ 5/14/2010 08:39:00 PM. 0 comments.
Read full post with comments.
:: Thursday, May 13, 2010
Salak Yang Kugenggam

Aku tertawa saat matahari bersinar. Aku tertunduk menahan airmata saat matahari bersinar di belahan bumi yang lain. Tidakkah gila dan aneh hidup yang kujalani? Gilalah aku memang. Terganggu, tergoncang jiwaku sejak hari ketetapanmu tiba, tubuh terpisah dari manusia rohmu.

Berkata bahwa aku bisa sepenuhnya menerima kehilanganmu adalah terlalu mudah. Nyatanya, aku tak pernah terlalu siap. Aku tak pernah bisa sepenuhnya menerima semua ini.

Banyak, bapa. Masih banyak. Banyak pertanyaanku yang belum sempat kutanyakan padamu. Pun jawaban-jawaban tak pernah kudapatkan. Jawaban yang sebenarnya.
Jawaban yang bukan untuk melindungi hati. Tanpa menutup-nutupi apapun. Hanya di antara kita. Hingga aku tak perlu lagi mengirim sendiri pesan teks atas namamu ke ponselku. Menyemangituku dengan kata-kata terakhirmu yang kuingat, setiap awal minggu di layar ponsel, "baik-baik, Li. Anak Tuhan jangan kecil hati. Bapak berdoa untukmu."

Ah, Tuhan. Aku sudah kehabisan kata untuk bicara padaNya tentang kematianmu. Bapak pun tak mungkin bangkit dari kubur. Saat bapak meninggal siang itu, aku masih berharap mereka tidak segera menyuntikkan formalin ke tubuhmu. Agar saat aku berdoa, meminta bapak agar dibangkitkan kembali dari kematian, maka saat bapak hidup kembali, tubuhmu tidak teracuni. Sayang sudah terlambat.

Pikiranku benar kosong malam itu melihat tubuhmu. Beberapa hari sebelumnya bapak sudah berjanji mau datang menjengukku, lalu kita ke Graha Bethany bersama. Tapi malah aku yang pulang, untuk mengantarkan tubuhmu ke tanah.

Seperti menjalani mimpi saja, pak.
Terlalu cepat. Hingga kini. Hidup kami banyak berubah sepeninggalmu.

Aku tahu engkau menang di hari-hari terakhirmu. Tapi aku ingin tahu jawaban-jawabannya, langsung darimu. Sehari saja, kalau aku bisa duduk denganmu lagi. Engkau melihatku yang sekarang, dan aku mendapat jawabmu.

Pak. Salak yang kugenggam sepanjang perjalanan kita di kereta, dari Lubuk Pakam ke Siantar hari itu. Ingatkah? Tahunya bapak, aku memegang salak itu terus, mengharap bapak mau mengupaskannya untukku? Aku belum tahu cara mengupasnya hari itu. Bapak si Kiki, bapak si Panca, kok pernah kulihat mengupaskan buah untuk mereka? Kenapa bapak enggan padaku hari-hari itu? Kan aku bukan pembohong, pak? Bahkan tiga keping uang duapuluhlima rupiah kuhitung menjadi seratus rupiah. Aku tak mengenal uang. Aku juga tidak menjahati adikku. Kenapa menunggu aku menangis baru mengupaskannya? Salahkah caraku, yang berbicara dari hatiku? Tidak terdengarkah sinyal-sinyal yang kusampaikan? Aku hanya takut berbicara padamu.

Saat aku memenangkan persaingan di sekolah, kenapa bapak masih membanggakan anak orang lain? Karena aku kalah di matematikakah? Aku tidak bisa mengerti matematika. Alam pikiranku tidak mengenalnya hari-hari itu, pak.

Aku sadar, mungkin sejak hari kelahiranku, bahwa aku bukan seperti orang kebanyakan. Dikata-katai aneh pun, hari ini aku sudah terbiasa. Kiranya pun bapak sudah maklum.

Entahlah.
Setidaknya, pak, aku sudah hampir kebal dengan penolakan. Dibenci orang tanpa alasan pun, semoga, aku pun kebal.
Entah sampai kapan bisa kutanggung penyesalanku atasmu.
Mungkin sampai mati. Entah.

(Jakarta, May 10 2010)

Labels: ,

Eleazhar P. @ 5/13/2010 05:38:00 PM. 2 comments.
Read full post with comments.
:: Sunday, May 9, 2010
Di Dalam Menara

Di dalam menara
Memperhatikan, mengendalikan, mengawasi
Menanti janji-janji
Menunggu segala yang terbaik, merencanakan taktik peperangan berikutnya

Yunani sudah jatuh
Portugal dan Spanyol?
Entahlah...

Lantas burung-burung meneriakkan pekiknya
"Habis sudah, habis sudah!"
Tangan itu
Mungkinkah singgah juga di menara ini?

Entah.

Segala yang terbaik, pun segala yang terburuk.
Biarlah terjadi.
Mari...

Labels: ,

Eleazhar P. @ 5/09/2010 05:06:00 PM. 0 comments.
Read full post with comments.
  Web This Blog

 

:: Blogger + Designer

Eleazhar Purba. Indonesian, living in Jakarta. A parts logistics lead who is interested in arts, writings, designs, photos, and the universe. More...
Find me on:

:: Categories

:: Featured

:: Monthly Archives

:: Current Posts