The Cloud Home
by Eleazhar P.
:: Thursday, July 8, 2010
Sewaktu Kamu Meneropong Bintang-Bintang

Seorang teman lama baru-baru ini menyapa saya di Yahoo! Messenger. Bertukar cerita ini dan itu. Hingga akhirnya saya menulis, "mungkin karna aku Pisces jadinya begitu" untuk menutup satu cerita, dan si kawan lalu mulai mencoba mendebat saya - yang saya sendiri kurang begitu tahu kenapa dia agak sewot - tentang zodiak atau astrologi tersebut. Mulai dari "terkutuk", ini dan itu terkait dengan iman percaya, bila saya percaya dengan segala hal yang berbau perbintangan.

Saya sendiri sebenarnya paham dengan maksud baik teman saya tersebut; dengan mengingatkan untuk tidak mempercayakan hidup pada benda-benda mati di langit. Dan, saya sendiri beberapa tahun lalu, punya cara berpikir yang sama dengan teman saya tadi; harga mati untuk ketidakpercayaan pada perbintangan.

Bila ditanyakan pun kepada saya sekarang, apakah saya percaya pada nasib - atau lebih halus kita namakan saja "jalan hidup" - yang ditentukan benda-benda mati, terus terang dan mantap saya katakan "tidak". Hingga hari ini saya tidak pernah membuka ramalan ini dan itu yang berdasarkan zodiak, atau metode-metode ramalan yang lain yang saya ketahui dan pernah lihat di media. Tidak pernah sama sekali, karena saya masih percaya ada tangan kuat Tuhan yang memegang arah dan kendali atas hidup saya. Hanya saja, beberapa misteri hidup yang tidak pernah saya temukan jawabannya (dengan membeli dan membaca buku-buku psikologi, pemulihan gambar diri, bahkan berdiskusi dengan orang-orang yang saya anggap jauh lebih rohani dari saya, dsb) malah saya dapatkan di deskripsi tentang pribadi-pribadi dengan basis astrologi.

Dari ini saya mendapatkan gambaran lengkap tentang diri sendiri yang saya sebelumnya bisa gali tentang saya, terutama tentang pemulihan gambar diri. Seperti; mengapa saya berbeda dari orang kebanyakan, adakah orang yang juga merasa seperti saya, mengapa saya menghendaki kualitas-kualitas tertentu dalam hidup, tentang mimpi, sikap dan tabiat saya yang saya tidak sadari sebenarnya adalah kerinduan terdalam dari hati. Bahkan kualitas apa yang perlu saya perbaiki dalam diri saya sehubungan dengan karir dan pertemanan.

Dengan kata lain, saya mulai bisa menerima diri saya apa adanya; kelebihan dan kekurangan, serta apa yang sebaiknya saya lakukan untuk memperoleh pencapaian-pencapaian dalam hidup. Sedikit munafik dan mencari pembenaran, memang. Tapi saya belum pernah sebegitu terpuaskan dengan pertanyaan-pertanyaan di otak dan terutama hati saya tentang hidup ini. Dan tanda-tanda langit ini, sejauh ini, inilah yang memberi jawaban yang mengena di saya.

So here it is, my sign, Pisces.

Labels:

Eleazhar P. @ 7/08/2010 09:12:00 PM.

1 Comments:

"Komentar sebelumnya di post ini:

Ele Azhar Purba Jul 10
@vera. i'm not really sure. i don't know. another question without answers behind. :)

@kak ema. banyak.... :D

Vera Fajrin Jul 9
memang bnr apa yg u bilang itu le,,hidup kita ada di tangan Tuhan tapi kenapa dari segi psikolognya kita bisa melihat diri kita dari astrolog ya,,
i like pisces sign,,

Adek Keliat Jul 9
ada linknya ttg perbintangan itu?"
 

Post a Comment

Back to blog homepage...
  Web This Blog

 

:: Blogger + Designer

Eleazhar Purba. Indonesian, living in Jakarta. A parts logistics lead who is interested in arts, writings, designs, photos, and the universe. More...
Find me on:

:: Categories

:: Featured

:: Monthly Archives