The Cloud Home
by Eleazhar P.
:: Friday, March 11, 2011
Tentang Hari Itu, Saat Rotasi Bumi Terasa Lebih Cepat Dari Biasanya

Aku masih bisa mengingat dengan baik semua runtut peristiwa di hari itu. Tentang siang dan sore saat saya sempat terpikir untuk berdoa agar kepergian seseorang ke tempat yang sangat jauh, tidak bertepi waktu, untuk ditangguhkan. Sama seperti di tahun-tahun di sebelum hari itu. Bahwa aku sangat takut akan kepergiannya. Beberapa kali, seingatku, kepergiannya dibatalkan.

Tidak begitu banyak kenangan baik tentang orang itu. Karenanya, setiap kebaikan kecil yang ia perbuat untukku, akan sangat membekas. Titik dan koma dalam ucapannya dapat kuhapal. Mungkin, aku sangat mencintainya. Melebihi banyak hal dalam hari-hariku sebagai si kecil, aku sangat berharap ia dulu sedikit saja lebih baik dan lembut kepadaku.

Butuh waktu bertahun bagiku, untuk dapat mengerti, menerima, bahwa segala yang ia perbuat itu adalah sebuah, cinta. Dan aku sempat kesulitan setengah mati mencari artinya. Sangat tidak mudah...

Lalu, saat malam itu tiba, aku hanya melihat tubuhnya menghitam. Dan aku bertanya kemudian, "apa yang sebenarnya kucari di tanah itu? Kenapa aku hanya mengunjungimu saat kau harus berangkat ke tempat itu? Kenapa kau melepasku untuk kemudian hanya belajar tentang penolakan dan mengetahui inti diriku sementara aku berpikir itu sangat tidak penting? Dan untuk tahu bahwa hampir mustahil bagiku menerima sedikit saja kebaikan orang? Bahwa hampir tidak ada tempat bagiku untuk boleh duduk dan berbicara?"

Bahkan hingga matahari telah menempati titik ini sebanyak tiga kali, di konstelasi saat penerusmu ini dilahirkan, aku masih terbakar api yang sama, tentang cinta dan semua kepedihanku.

I still love you, Father.

Bertahun sudah. Mencoba melupakanmu adalah sama dengan berusaha mengingat orang yang tidak pernah kukenal. I will carry this pain on my back, so I will always be able to remember you.

I love you.

Labels:

Eleazhar P. @ 3/11/2011 08:07:00 PM.

3 Comments:

"Aàn P. Nirwana likes this.
Tjandra Ratna Dewi Fly me up to where you are
Beyond the distant star
I wish upon tonight
To see you smile
If only for awhile to know you’re there
A breath away’s not far
To where you are .......... :'(
March 11 at 3:21pm · Unlike · 1 person
Ele Azhar Purba a deep pain. :(
March 11 at 4:11pm · Like
Aàn P. Nirwana Ele.... aku ingat betapa tersentuhnya aku membaca post di blogmu pada "hari itu". Dan sekarang membaca note ini rasanya masih tetap sama.

Lalu aku bisa menyimpulkan sesuatu: He must be very proud of his son....
March 11 at 8:28pm · Like
Ele Azhar Purba Suwun Mas Aan.. Kadang aku ingin dia physically ada melihat aku dlm kekinianku.
March 12 at 12:34am · Like
Aàn P. Nirwana Kebanggaan beliau tidak berkurang meski tanpa kehadiran fisik, Ele.... :-)
March 12 at 4:11am · Like
Tjandra Ratna Dewi karena beliau tetap bisa melihat Ele yg sekarang dari atas sana... :-)
March 12 at 7:22am · Like
Ele Azhar Purba Thanks for bearing my heart, bro & sis.
March 12 at 8:46pm · Like"
 
  • On March 23, 2011 at 10:58 AM, Anonymous Anonymous said,
  • "Tersentuh baca postmu Le...Beliau bangga punya anak sepertimu, Beliau sudah tenang di atas sana,,,keep strong Le..."
     
    "Thank you, Vera."
     

    Post a Comment

    Back to blog homepage...
      Web This Blog

     

    :: Blogger + Designer

    Eleazhar Purba. Indonesian, living in Jakarta. A parts logistics lead who is interested in arts, writings, designs, photos, and the universe. More...
    Find me on:

    :: Categories

    :: Featured

    :: Monthly Archives