The Cloud Home
by Eleazhar P.
:: Thursday, May 26, 2011
The Weird One You Love

I will never blame on gravity which is not allowing me to fly.

Or to jump higher, and higher, and higher.

But truly my heart rejoices.
As if it could fly.
Simply because of you.
You.

Tunjukkan padaku sejumlah orang yang benar-benar menyayangiku, dan aku hanya bisa menunjuk sedikit orang.

Jiwaku terikat kepada mereka. Dan mereka saat ini, sadarku, adalah penyembuh lukaku.

Yang mereka bilang, "nggak tahu kenapa, rasa sayang ini muncul karena keanehanmu, dan langkanya manusia sepertimu..."

Oke... Baiklah... Asal saya jangan disamakan dengan fauna langka saja.

Hahahahaha... I love you, too.

Labels:

Eleazhar P. @ 5/26/2011 08:57:00 PM. 0 comments.
Read full post with comments.
:: Sunday, May 22, 2011
My First Book!

Huahahahaha...
Aku sendiri masih belum percaya kalau akhirnya aku akan menulis buku. Finally!

Aku belum yakin apakah aku harus ngakak, ngikik, ketawa nggak jelas, atau lompat-lompat, atau jumpalitan seheboh mungkin.

Huahahahaha...

Lalu, seperti apa kontennya nanti? Buku tentang apa?

Sssttt... Silahkan bayangkan kalau tubuhmu adalah semesta yang mencakup semua galaksi, kehidupan, segala ciptaan dari gunung hingga palung terdalam di samudra. Dan pikiran, serta detak jiwamu adalah pribadi yang menjadi pelengkap dari segenap kehidupan itu.

Ya... Seperti itulah.

Tungguin! :D

Labels: ,

Eleazhar P. @ 5/22/2011 03:27:00 PM. 1 comments.
Read full post with comments.
:: Tuesday, May 3, 2011
People Come and Go, But Tears Still Are Spared for Some

I admit it, that just like most people, it's sometimes very easy to let go someone from your life. And at the opposite, it's painfully felt in heart to let someone go - in my heart, from my life.

Saya sering merasa belum bisa menerima keadaan akan kepergian seseorang, terutama kepada mereka yang secara emosi saya sudah terikat. Bukan... Tidak selalu tentang perasaan cinta, karena emosi menjangkau hal-hal yang lebih luas. Rasa nyaman dari kondisi pertemanan, rasa nyaman yang muncul dari kepribadian seseorang, dan seringkali rasa ajaib yang tidak tahu dari mana, tiba-tiba saja muncul, seakan jiwa saya berteriak "saya merasa nyaman dengan dia". Semacam "click".

Dan pertemanan sesama manusia berlanjut, entah dikondisikan dalam kisah seperti apapun. Dan perpisahan harus muncul...

Tentang mereka, saya selalu punya firasat akan sebuah perpisahan. Firasat itu lalu bermanifestasi dalam mimpi. Yang seringkali terasa terlalu nyata. Hingga saya terbangun dalam keadaan menangis, tetapi tidak pernah saya menangis saat detik-detik aktual perpisahan itu terjadi. I keep everything for me.

Tentang seseorang yang dalam mimpi saya melihatnya meninggal dalam kecelakaan tugas. Tentang seseorang yang dalam mimpi, kami terpisah di hutan untuk mencari kuil di tengah hutan, dan saya mendapatinya diam terhanyut di sungai yang dalam. Tentang seseorang yang dalam mimipi merangkul saya dan berkata, "kamu satu-satunya alasan kenapa saya bertahan tapi saya harus pergi", dan lalu menghilang di lorong gelap. Dan saya merasakan teror setelah beberapa detik rekam mimpi-mimpi tersebut berlalu, dan terbangun menangis.

Dan saat perpisahan itu benar-benar terjadi, saya sudah tidak bisa lagi menunjukkan kesedihan dan menahan ego saya sebagai laki-laki untuk tidak terlihat menangis, walaupun, terasa ada yang tiba-tiba terlepas dan hilang dari hati.

Dan kehampaan itu terasa perih.

"Bukan perpisahan itu yang sebenarnya aku tangisi, melainkan perjumpaan yang mengawali segala sesuatunya", ujar Mimitchi.

Labels:

Eleazhar P. @ 5/03/2011 11:52:00 PM. 0 comments.
Read full post with comments.
  Web This Blog

 

:: Blogger + Designer

Eleazhar Purba. Indonesian, living in Jakarta. A parts logistics lead who is interested in arts, writings, designs, photos, and the universe. More...
Find me on:

:: Categories

:: Featured

:: Monthly Archives

:: Current Posts