The Cloud Home
by Eleazhar P.
:: Saturday, July 30, 2011
Etiolation (Saya Tumbuhan? Oh..)



"Etiolation is a process in flowering plants grown in partial or complete absence of light. It is characterized by long, weak stems; smaller, sparser leaves due to longer internodes; and a pale yellow color (chlorosis). It increases the likelihood that a plant will reach a light source, often from under the soil, leaf litter, or shade from competing plants. The growing tips are strongly attracted to light and will elongate towards it. The pale color results from a lack of chlorophyll; by not producing chlorophyll in the dark when it could not function, the plant allocates its resources to growth." 
(http://en.wikipedia.org/wiki/Etiolation)


Sore kemarin saya menerima pesan teks dari adik saya di Sumatra, isinya "rumah kemalingan" saat ibu dan adik-adikku berada di Medan. Beberrapa kali bertukar pesan, hingga langsung membuat saya menjadi agak pusing menjelang maghrib tadi. Dan beberapa saat setelah tiba di rumah, langsung saya telepon ibu saya untuk mendengar cerita lebih detil. "Syukur", tidak banyak yang hilang. Hanya beberapa perhiasan dan laptop, dan sisanya hanya sebuah rumah yang diacak-acak. Laporan kriminal sudah dilaporkan ke kepolisian.

"Yah, syukurlah, Mak. Biarin kecewa si maling, apa yang mau dicuri rupanya dari kita, harta pun nggak ada dan memang bagusnya kita invest aja tiap pemasukan,' kataku.

Kind of naive, I think. Tapi barang-barang yang hilang itu biarlah sudah, yang terpenting "tidak terjadi hal yang lebih buruk dari itu". You know what I meant, right?

But I wonder how exactly the feeling of losing something is... Tepat setelah saya telah kehilangan banyak hal dalam hidup ini. Kehilangan peluang, kesempatan, waktu, teman, bahkan orangtua.

Just exactly the way I might have been staying too long in the darkest area of my own mind mapping. Just exactly the way I might have been hating the bitter side of reality and don't even want to fight back.

Saya mungkin telah lupa rasa nikmat untuk pulang ke rumah setelah seharian berada di luar, which I just haven't been feeling it for years. Dan menjadi terlalu sibuk untuk hal-hal yang kadang saya pertanyakan, "is it truly my divine goal which I fully realised that is not?" Sementara alam pikiran saya sibuk memetakan cara pandang dan rasa orang lain terhadap kebendaan terindera, tetapi hal lain di dalam diri seakan membentak sendiri, "stop this, idiot! Be real. Jangan ikut campur, itu bukan urusanmu."

Dan titik mati rasa akan kehilangan dan tinggal lama di sisi gelap, sejak titik-titik waktu saat jiwa saya menjadi rusak dan sukar percaya akan hal-hal lain yang mungkin sebenarnya baik, kini sering muncul seperti detak jantung saat meraba dan memegang beberapa benda yang ditenagai listrik. Entahlah laptop, ponsel, atau printer. And you can just mapping the events that ever happened around those things. And it raises beats, dum-dum-dum, or just like heart beats, swallowed in the midst of garden filled with sleeping dragonflies on branches of the plants. Tepat sekali seperti capung-capung air yang setiap sorenya berterbangan dari arah sungai ke halaman rumah kami, dan menghinggapi tanaman bougenville banyak warna milik mendiang bapak.

Saya teringat sesuatu, saat saya pulang kampung akhir tahun lalu, saya suka mengambil gambar tanaman di halaman depan rumah, termasuk lumut di bebatuan. Juga saya mengambil imagi-imagi kehidupan kodok, semut, dan serangga-serangga kecil lainnya saat malam hari di balik bebatuan itu. The nocturnals they are which are just made me amazed. Dan satu, tiga, lima imagi saya ambil lagi ke arah atas, tanaman-tanaman, yang kelihatan sangat layu di malam hari. Ranting-ranting yang melemah, tetapi bergerak keluar memanjang. Mungkin tanaman-tanaman terlalu malu untuk terlihat menjadi begitu hidup saat melihat Dewa Apollo mengendarai matahari, atau terlalu sibuk menyembahnya sehingga lupa tentang dirinya sendiri, atau mungkin mereka diperintahkan untuk berdiri tegak dan angkuh untuk menghormati matahari layaknya para penjaga Buckingham? No idea.

Dapat saya berkata, ada matahari atau sumber-sumber cahaya dalam hidup saya, yang sebenarnya adalah hal-hal terbaik yang pernah saya temukan. Tetapi sungguh mereka adalah matahari (bila kondisi dan waktu membuat mereka menjadi seperti setan) yang merusak hormon auksin saya bila saya adalah tanaman, yang menghambat saya untuk bersemangat melanjutkan hidup, meski beberapa kali mereka bertindak sebagai pemompa air di bendungan semangat saya. Yang akhirnya saya menemukan tempat terbaik untuk bertumbuh bila saya adalah tanaman; di saat malam, di saat gelap, yaitu di saat otak saya beralur sama dengan hati ini untuk menghancurkan beberapa hal di dalam kehidupan saya. Hancurkan, dan bangun dari awal lagi.

Terlalu banyak "hello, selamat pagi!"
Atau, "sampai jumpa, sampai ketemu besok..."

Pagi dan malam, siklus yang berulang dalam hidup. Siklus yang membosankan dan harus dilalui, selalu.
Saya yang sebagai tanaman, subuh ini.

Labels: ,

Eleazhar P. @ 7/30/2011 04:19:00 AM. 2 comments.
Read full post with comments.
:: Sunday, July 24, 2011
Sesaat Sebelum Meninggalkan Dunia

Jika kau bertanya apa perasaanku saat ini, maka aku tidak bisa berkata hal-hal yang dengan tepatnya menggambarkan suasana hatiku. Selain kata-kata tidak berstruktur tentang apa yang bisa kukenang tentang hidupku yang akan kutinggalkan dan hidup baru yang akan kujalani setelah beberapa detik ke depan.

Aku akan mengenang bahwa aku pernah bernafas dengan organ tubuhku. Karena sebentar lagi aku tidak membutuhkan paru-paru dan jantung untuk membuatku tetap bernafas.

Aku akan mengenang bahwa aku pernah tertawa dan menangis. Karena sebentar lagi aku tidak akan tahu bagaimana harus mengungkapkan isi hatiku dengan bahasa tubuhku.

Aku akan mengenang bahwa aku pernah hidup dan menginjakkan kakiku di tanah. Karena sebentar lagi aku tidak harus berjalan di atas bumi.

Karena sebentar lagi akan tiba waktuku, untuk terlepas tubuh sejatiku dari tubuh yang tercipta dari benih bapa ibuku ini.
Untuk kembali dalam bentuk yang kukenal saat aku melihat pesta pernikahan bapa ibuku sebelum aku terlahir di dunia.
Aku pernah merasa sangat bahagia saat aku tahu akan tiba waktuku untuk terlahir dari rahim ibuku.
Saat aku berbentuk masih dalam tubuh abstrakku.
Dan di hari pesta pernikahan itu adalah aku yang sebenarnya bersuka karena aku akan terlahir dan menjalankan tugas dari Penciptaku.
Untuk menjalankan satu tujuan yang sebenarnya tidak dapat kuselesaikan dengan baik selama aku hidup.

Aku gagal.
Mungkin beberapa dari kaumku akan berhasil dalam tugas mereka di bumi ini.
Mungkin memang bukan bagianku untuk menjalankan tugasku dengan baik.

Meski sebenarnya saat ini aku gamang tentang bagaimana rasanya perpindahan dunia ini.
Meski sebenarnya aku senang karena aku akan bisa melompat tinggi ke awan sebentar lagi, melihat kota ini dari atas.
Semakin naik, naik, dan menembus lorong besar melewati Bimasakti dan melihat sekilas Andromeda sebelum tiba di Semesta yang baru di Langit Utara.

Aku akan rindu untuk bernafas dengan tubuhku yang aku tidak akan tahu bagaimana ia akan diperlakukan sepeninggalku.
Aku akan merindukan ibuku, adik-adikku, serta orang-orang yang pernah singgah dalam hidupku yang aku kesulitan untuk mengungkapkan isi hatiku kepada mereka.

Ah, Tuanku.
Kiranya Engkau berkenan, aku tidak memaksakan mauku, tolong tunda waktunya, kalau bisa untuk tidak sekarang.
Aku mau melanjutkan tugasku...
Aku belum mau berhenti sekarang.
Tolong, perbuatlah sesuatu agar kecelakaan ini tidak terjadi.
Tolong, selamatkan kami.

---------------

Busway Transjakarta, Koridor 6, terjebak di tengah lintasan kereta api dari arah Bogor, dengan kepanikan yang belum pernah saya lihat sebelumnya.
Jakarta, 5 Juli 2011.

Labels:

Eleazhar P. @ 7/24/2011 01:33:00 AM. 0 comments.
Read full post with comments.
:: Saturday, July 16, 2011
10 Myths About Introverts

Saya sebbbaaallll!... Sebal sejadi-jadinya...

*Berubah menjadi Hulk dan mengobrak-abrik satu kota, jumpalitan dari satu tebing ke tebing yang lain!*

Huahahaha... Nggak separah itu sih. Saya sebal kepada diri saya sendiri yang sering kalah melawan pikiran sendiri yang selalu menang mengintimidasi saya dengan cibiran; "tuh, enakan jadi orang ekstrovert, bisa diterima siapa saja, ngobrol remeh temeh aja gampang. Kapan you bisa begitu? Ini apa-apa selalu berbeda dengan kebanyakan orang, dicap aneh, dicap pendiam..."

Bener-bener minta ditonjok... Igh!

Tapi serius ya, waktu di kantor terjadi percakapan seperti ini...
Musuh: "Ele, kau kenapa nggak pernah menyapa dia?"
Saya-Yang-Muda-Lucu-dan-Imut: "Ah, dia lah yang nyapa duluan, nyapa ya nyapa aja, pasti aku sapa balik. Aku kan introvert, pemalu, dan pendiam..."
Sontak si musuh, si bocah, dan beberapa orang lain yang mendengar langsung ketawa kencang-kencang.

Loh, salah ya omonganku? Hihihihi...

Saya tau deh. Mereka ketawa karena omonganku berbanding terbalik dengan kenyataan tingkahlaku saya di kantor yang sering "tidak tahu malu". Ketawa kencang-kencang, kadang sok ramah, ngomong kencang-kencang di telepon terutama kalau anak-anakku lagi bandel, lompat-lompat, nyengir, ngomong sendiri kalau di atas jam lima sore...

Orang introvert mana yang seperti itu??!! Mengaku introvert tetapi kelakuan berbeda dengan pernyataan. Huahahahaha...

Saya bisa bilang, saya bisa bertingkah seperti itu karena saya merasa nyaman dan diterima di lingkungan kantor secara umum. Nah loh? Aneh kan? Nggak, nggak aneh sama sekali. Anggapan umum saja yang menilai orang introvert itu sebagai orang yang sangat tertutup. Sejatinya nggak.

So that is totally myths. Read my lips, M Y T H S.... (whispering in slow motion). Myths! Mitossss...

Orang introvert bisa menjadi "sedikit" terbuka bila mereka merasa nyaman dengan lingkungannya. Tapi tidak butuh waktu lama, we're just enjoying it for a while, then we'll pull back ourselves to retreat and rest in our private mind. We can speak all day for things that are interesting for us and truly our topics or we are definitely the subject matter experts. Tapi benar orang introvert itu nggak bisa ngomong basa-basi... Saya saja bisa sangat heran kalau melihat ada orang-orang yang bisa ngobrol panjang lebar lagi nggak jelas.

The painful fact is that there are only 25% of the whole global population who are considered introverts. We're minority, we're often mislabeled, we have that state of weirdo, nerd, Bjorkish, unworldly, aliens... What else, pupils? Angels, ubur-ubur! Salah kamu, nilai kamu di rapor Bapak kurangi 6 poin, nilai kamu jadi nilai kursi terbalik alias empat (4)!!!
Huahahaha...

Ah, kadang kepengen juga bisa seperti orang-orang ekstrovert itu, yang kekurangin Dopamin di tubuhnya, yang bisa melewati beberapa simpul saraf tempat pusat kontemplasi berada.

By the way, kalau di tulisan kok saya bisa ngomong lancar dan terbuka ya? Hehehe... Okelah, tanpa perlu basa-basi lagi. Berikut ini daftar lengkap sepuluh mitos tentang orang introvert oleh Carl King. Saya kutip langsung dari blog Owl City (Adam Young) yang baru saya sadari ternyata dia jago sekali menulis, sama halnya dengan lagu-lagu ciptaannya yang oke.

Kaumku, The Introverts (who are mostly Pisces, Cancer, and Scorpio)... Say YESS, it's me!!! Sweet it is for us the introverts, just like Manna from Heaven.

"Myth #1 – Introverts don’t like to talk.
This is not true. Introverts just don’t talk unless they have something to say. They hate small talk. Get an introvert talking about something they are interested in, and they won’t shut up for days.

Myth #2 – Introverts are shy.
Shyness has nothing to do with being an Introvert. Introverts are not necessarily afraid of people. What they need is a reason to interact. They don’t interact for the sake of interacting. If you want to talk to an Introvert, just start talking. Don’t worry about being polite.

Myth #3 – Introverts are rude.
Introverts often don’t see a reason for beating around the bush with social pleasantries. They want everyone to just be real and honest. Unfortunately, this is not acceptable in most settings, so Introverts can feel a lot of pressure to fit in, which they find exhausting.

Myth #4 – Introverts don’t like people.
On the contrary, Introverts intensely value the few friends they have. They can count their close friends on one hand. If you are lucky enough for an introvert to consider you a friend, you probably have a loyal ally for life. Once you have earned their respect as being a person of substance, you’re in.

Myth #5 – Introverts don’t like to go out in public.
Nonsense. Introverts just don’t like to go out in public FOR AS LONG. They also like to avoid the complications that are involved in public activities. They take in data and experiences very quickly, and as a result, don’t need to be there for long to “get it.” They’re ready to go home, recharge, and process it all. In fact, recharging is absolutely crucial for Introverts.

Myth #6 – Introverts always want to be alone.
Introverts are perfectly comfortable with their own thoughts. They think a lot. They daydream. They like to have problems to work on, puzzles to solve. But they can also get incredibly lonely if they don’t have anyone to share their discoveries with. They crave an authentic and sincere connection with ONE PERSON at a time.

Myth #7 – Introverts are weird.
Introverts are often individualists. They don’t follow the crowd. They’d prefer to be valued for their novel ways of living. They think for themselves and because of that, they often challenge the norm. They don’t make most decisions based on what is popular or trendy.

Myth #8 – Introverts are aloof nerds.
Introverts are people who primarily look inward, paying close attention to their thoughts and emotions. It’s not that they are incapable of paying attention to what is going on around them, it’s just that their inner world is much more stimulating and rewarding to them.

Myth #9 – Introverts don’t know how to relax and have fun.
Introverts typically relax at home or in nature, not in busy public places. Introverts are not thrill seekers and adrenaline junkies. If there is too much talking and noise going on, they shut down. Their brains are too sensitive to the neurotransmitter called Dopamine. Introverts and Extroverts have different dominant neuro-pathways. Just look it up.

Myth #10 – Introverts can fix themselves and become Extroverts.
A world without Introverts would be a world with few scientists, musicians, artists, poets, filmmakers, doctors, mathematicians, writers, and philosophers. That being said, there are still plenty of techniques an Extrovert can learn in order to interact with Introverts. (Yes, I reversed these two terms on purpose to show you how biased our society is.) Introverts cannot “fix themselves” and deserve respect for their natural temperament and contributions to the human race. In fact, one study (Silverman, 1986) showed that the percentage of Introverts increases with IQ. It can be terribly destructive for an Introvert to deny themselves in order to get along in an Extrovert-Dominant World.

Like other minorities, Introverts can end up hating themselves and others because of the differences. If you think you are an Introvert, I recommend you research the topic and seek out other Introverts to compare notes. The burden is not entirely on Introverts to try and become “normal.” Extroverts need to recognize and respect us, and we also need to respect ourselves.

By Carl King."

Ele Purba
Sent from my iPod

Labels:

Eleazhar P. @ 7/16/2011 08:08:00 PM. 3 comments.
Read full post with comments.
:: Friday, July 8, 2011
Some Photos for The Upcoming Book

These are some of photos I will put in the book... Guess how the book will be like. :)

The Trees of Lights, in the Forest of Solitude. Listen how the lights grow and glow.


The Connection of Cells, in the core of Nebula.

Photo by: Ele Azhar P.

Labels: ,

Eleazhar P. @ 7/08/2011 07:52:00 PM. 0 comments.
Read full post with comments.
:: Friday, July 1, 2011
What Song?

What song shall we sing so we may earn more money today, my friends?

Photo by Ele Azhar P.

Labels:

Eleazhar P. @ 7/01/2011 07:52:00 PM. 2 comments.
Read full post with comments.
  Web This Blog

 

:: Blogger + Designer

Eleazhar Purba. Indonesian, living in Jakarta. A parts logistics lead who is interested in arts, writings, designs, photos, and the universe. More...
Find me on:

:: Categories

:: Featured

:: Monthly Archives

:: Current Posts