The Cloud Home
by Eleazhar P.
:: Sunday, July 24, 2011
Sesaat Sebelum Meninggalkan Dunia

Jika kau bertanya apa perasaanku saat ini, maka aku tidak bisa berkata hal-hal yang dengan tepatnya menggambarkan suasana hatiku. Selain kata-kata tidak berstruktur tentang apa yang bisa kukenang tentang hidupku yang akan kutinggalkan dan hidup baru yang akan kujalani setelah beberapa detik ke depan.

Aku akan mengenang bahwa aku pernah bernafas dengan organ tubuhku. Karena sebentar lagi aku tidak membutuhkan paru-paru dan jantung untuk membuatku tetap bernafas.

Aku akan mengenang bahwa aku pernah tertawa dan menangis. Karena sebentar lagi aku tidak akan tahu bagaimana harus mengungkapkan isi hatiku dengan bahasa tubuhku.

Aku akan mengenang bahwa aku pernah hidup dan menginjakkan kakiku di tanah. Karena sebentar lagi aku tidak harus berjalan di atas bumi.

Karena sebentar lagi akan tiba waktuku, untuk terlepas tubuh sejatiku dari tubuh yang tercipta dari benih bapa ibuku ini.
Untuk kembali dalam bentuk yang kukenal saat aku melihat pesta pernikahan bapa ibuku sebelum aku terlahir di dunia.
Aku pernah merasa sangat bahagia saat aku tahu akan tiba waktuku untuk terlahir dari rahim ibuku.
Saat aku berbentuk masih dalam tubuh abstrakku.
Dan di hari pesta pernikahan itu adalah aku yang sebenarnya bersuka karena aku akan terlahir dan menjalankan tugas dari Penciptaku.
Untuk menjalankan satu tujuan yang sebenarnya tidak dapat kuselesaikan dengan baik selama aku hidup.

Aku gagal.
Mungkin beberapa dari kaumku akan berhasil dalam tugas mereka di bumi ini.
Mungkin memang bukan bagianku untuk menjalankan tugasku dengan baik.

Meski sebenarnya saat ini aku gamang tentang bagaimana rasanya perpindahan dunia ini.
Meski sebenarnya aku senang karena aku akan bisa melompat tinggi ke awan sebentar lagi, melihat kota ini dari atas.
Semakin naik, naik, dan menembus lorong besar melewati Bimasakti dan melihat sekilas Andromeda sebelum tiba di Semesta yang baru di Langit Utara.

Aku akan rindu untuk bernafas dengan tubuhku yang aku tidak akan tahu bagaimana ia akan diperlakukan sepeninggalku.
Aku akan merindukan ibuku, adik-adikku, serta orang-orang yang pernah singgah dalam hidupku yang aku kesulitan untuk mengungkapkan isi hatiku kepada mereka.

Ah, Tuanku.
Kiranya Engkau berkenan, aku tidak memaksakan mauku, tolong tunda waktunya, kalau bisa untuk tidak sekarang.
Aku mau melanjutkan tugasku...
Aku belum mau berhenti sekarang.
Tolong, perbuatlah sesuatu agar kecelakaan ini tidak terjadi.
Tolong, selamatkan kami.

---------------

Busway Transjakarta, Koridor 6, terjebak di tengah lintasan kereta api dari arah Bogor, dengan kepanikan yang belum pernah saya lihat sebelumnya.
Jakarta, 5 Juli 2011.

Labels:

Eleazhar P. @ 7/24/2011 01:33:00 AM.

0 Comments:

Post a Comment

Back to blog homepage...
  Web This Blog

 

:: Blogger + Designer

Eleazhar Purba. Indonesian, living in Jakarta. A parts logistics lead who is interested in arts, writings, designs, photos, and the universe. More...
Find me on:

:: Categories

:: Featured

:: Monthly Archives