The Cloud Home
by Eleazhar P.
:: Saturday, August 27, 2011
Kita Tidak Akan Berjumpa Lagi, Aku Tahu Itu.

Kalau ditanya apa yang membuatku sangat senang di akhir minggu ini, maka akan kujawab kalau ada dua hal yang membuatku sangat senang. Pertama, liburan panjang! Aku sangat butuh liburan, dan liburan yang bertepatan dengan hari besar keagamaan ini sangat menyenangkan. Seminggu ke depan masih ada acara buka bersama dengan kawan-kawan, lalu jalan-jalan ke Dufan. Dan yang kedua, akhirnya dapat genjotan semangat lagi untuk terus berjuang untuk hidup.

Hari-hari selama dua minggu kemarin cukup melelahkan. Semua persiapan, analisis data, koordinasi dengan vendor dan tim internal, sudah dikerjakan, demi upaya maksimal mendukung pelayanan masyarakat sepanjang "peak season" di negara ini, terutama dalam sektor keuangan yang aku terlibat di dalamnya. Dan kemarin semua sudah selesai. Puas? Sebagian hatiku mengatakan "ya". Sebagian hati yang lain baru akan dipuaskan kalau segala efforts ini ternyata nanti terbukti memberi nilai maksimal untuk pelayanan finansial ini. :)

Dan untuk yang kedua di atas; tentang semangat hidup, yang akhirnya bisa kudapatkan lagi. Kupikir, aku memang harus sangat berterimakasih kepada kawan sekantorku itu, yang sudah mau "meracun" aku terus-terusan selama seminggu terakhir. Ah, siapa sih yang nggak senang kalau ada kawan yang peduli dengan kita?

Dan tentang kenapa semangat hidup ini sempat jatuh, mungkin aku nggak bisa terlalu banyak bertutur di sini. Biarlah abangku itu saja yang tahu ceritanya (which I think you can guess it actually). Dan aku masih senang mencelanya, "abang gue ini memang yang paling jelek". Hehehe...

Dan sekarang, Sabtu ini, aku masih harus ke kantor. Mungkin agak sorean saja, sekarang masih mau berleha-leha di kos. Sebetulnya agak malas ke kantor, tetapi memang harus karena ada sedikit paperwork yang harus dikerjakan untuk monthly closing.

Perjalananku selama hari kerja sendiri di setiap harinya, baik ke kantor di Gedung BEI Sudirman atau ke lokasi proyek di Manggarai, hampir selalu punya cerita tersendiri. Entah yang terjadi di bis (Transjakarta), atau di trotoar jalan. Seperti yang terjadi Kamis malam kemarin sewaktu pulang dari lokasi proyek. Dengan berjalan kaki menuju Halte Busway Manggarai, aku mengikuti seekor anjing centil, dan mencoba berbicara kepadanya.

"Hai Minci Iuh Iuh Cui Cui. Udah makan belom? Tapi maaf ya, aku nggak ada makanan di tas. Cuma basa-basi aja. Hahaha.."
"Eh, jangan cepat-cepat... Memangnya mau kemana? Nggak ada tulang di sana..."

Aku berbicara terus ke anjing itu selama lima menit perjalananku. Untung agak gelap, jadi orang nggak akan menganggap aku aneh, dan G.I.L.A... Hihihihi...

*Ih, kasian banget sih itu orang. Keren-keren tapi ngomong ke hewan??...* Hahahahaha...

Setelah puas "mengusili" anjing itu - yang sebenarnya aku juga sangat terbiasa usil berbicara ke kucing atau anjing lain yang kutemui di sepanjang jalan, maka aku sampai di Pasaraya Manggarai. Yah, sama seperti di setiap tempat di kota ini, menyeberang jalan amatlah berbahaya. Ada saja pengendara motor yang tiba-tiba "kesetanan" melajukan motornya padahal banyak orang mau menyeberang di depan matanya. Ehhh, mungkin ini yang disebut zona angker ya? Dan malam itu, aku hampir saja ditabrak pengendara motor. Tapiiii... Mungkin karena sudah pernah hampir ditabrak motor sebelumnya, jadi aku tahu cara menghentikan motor itu; harus sigap menahan motor itu dan kasih tampang galak supaya dia mengerem mendadak dan sekaligus berguna untuk mengintimidasinya secara instan. Huehehehe... Dan benar, caraku ampuh menghindari kecelakaan.

Lanjut, di Bis Transjakarta. Setelah menaiki Bis Koridor 4 yang sepertinya udah tua renta karena bisnya secara umum sudah agak ringkih, tibalah aku di halte transit Dukuh Atas untuk melanjutkan perjalanan dengan Bis Koridor 6, berhenti di Halte Kuningan Barat, dan lalu lanjut lagi dengan Bis Koridor 9 hingga Mal Taman Anggrek. Perjalanannya memang panjang dan capek.

Di Dukuh Atas sendiri, kalau kamu bukan orang yang terbiasa di sini atau tidak tinggal di Jakarta untuk mencari dan memperjuangkan mimpi-mimpimu, ketahuilah kawan, halte transit ini sangat tidak nyaman.
Di jam-jam sibuk, saat ribuan orang selesai bekerja dan menuju rumah masing-masing, halte ini selalu disesaki ularan manusia. Manusia-manusia berbaris panjang membentuk ular di jembatan sempit sambil menunggu datangnya bis Traja (Transjakarta) mereka. Bau parfum bercampur keringat, bau asam badan, bau matahari di pakaian, bercampur. Belum lagi ditingkahi orang-orang tertentu yang berkelakuan aneh; pasang headphone sambil berjoget-joget menggeser orang-orang di kiri kanannya, laki-laki bersuara kewanitaan yang tertawa keras-keras dengan teman-teman segengnya, atau ibu-ibu tertentu yang suka mengomel sendiri sementara obyek omelannya entah ada di mana. Tapi mayoritas orang hanya terdiam menunggu. Pasrah, pasrah, pasrah... Namun bisa menjadi "beringas" saat berebut masuk bis. Hehehehe...

Di bis sendiri, kalau memang aku beruntung mendapatkan tempat duduk, maka aku akan memilih "tidur ayam" sambil mendengarkan musik dari iPod. Nggak boleh lengah meski bis sepi karena bisa saja barangmu segera berpindah tangan alias dicopet. Nah, kalau kebetulan bisnya sesak dan nggak dapat tempat duduk, maka nikmati saja pemandangan di luar bis. Lampu-lampu jalan atau gedung-gedung tinggi bercahaya bisa menjadi hiburan. Aku suka membayangkan gedung-gedung itu adalah sarang-sarang tempat berdiam serangga penembak cahaya yang dibangun di atas tanah yang terbentang luas. Dan cahaya-cahaya lampu dari gedung-gedung itu adalah cahaya dari serangga-serangga itu yang berpendar keluar melalui rongga-rongga dan pintu keluar masuk sarang-sarang raksasa itu.

Dan kadang aku jadi panik sendiri... "So I'm living in the town of millions of fireflies?!" That's the thing i do not want to believe, and sometimes I'm afraid of my own imagination. :)

Di Bis Koridor 9 kemarin, aku harus bilang ini nafas agak kembang-kempis nggak karuan. Aku geli sendiri. Setelah aku naik bis Traja di Halte Kuningan, naiklah seorang wanita di halte berikutnya, Gatsu LIPI. Cantik, wajahnya segera bisa mencuri perhatian orang. Umurnya kutaksir sedikit lebih muda dariku. Dan saat dia masuk di bis yang padat penumpang itu, dia bingung harus berpegangan tangan ke atas. Pegangan tangan semua terpakai. Dia lalu bergeser ke depanku. Dan aku langsung reflek membagi pegangan tanganku. Kusisakan dua jariku di pegangan itu, dia lalu melihatnya dan segera meraih separuh bagian lain yang bisa dipegangnya. Dia lalu tersenyum kecil, mungkin dia agak geli dengan kejadian itu. Dan aku tiba-tiba membalas senyumannya. Kami lalu terdiam, dan lalu mengalihkan pandangan ke arah lain, karena posisi kami yang saling berhadapan.

Tidak berbicara apapun setelahnya. Dan perjalanan terasa menjadi begitu lambat...

"Pemberhentian berikutnya, Halte Slipi Petamburan," notifikasi bis bersuara. Gadis itu, selebar pandangan horisontalku, mengangkat kepalanya. Aku melihat ke arahnya, dan dia melihatku juga... Ada satu atau dua detik yang tiba-tiba terasa begitu lama. Dan, dia pun melepas pegangan tangan, dan turut turun di halte pemberhentiannya...

Aku tahu, mungkin ini yang pertama dan terakhir kali aku melihatnya.

Eleazhar Purba
Sent from my iPod

Labels: ,

Eleazhar P. @ 8/27/2011 11:48:00 AM.

0 Comments:

Post a Comment

Back to blog homepage...
  Web This Blog

 

:: Blogger + Designer

Eleazhar Purba. Indonesian, living in Jakarta. A parts logistics lead who is interested in arts, writings, designs, photos, and the universe. More...
Find me on:

:: Categories

:: Featured

:: Monthly Archives