The Cloud Home
by Eleazhar P.
:: Wednesday, September 28, 2011
Kalau Diserang, Lalu Berbuat Apa?


Senja, di Jalan Sudirman, 27 September 2011.

"Mas, kalau misalnya elo diserang sama orang yang elo anggap nggak penting bagimu, berbuat apa setelahnya?"

"Defense. Gue nggak nyerang balik atau menghindar. Gue juga mikirnya, emang orang di dunia cuma dia doang?"

"Hehehe... Thanks."


Koneksi yang tersambung di awan, 28 September 2011.

"Emosi gue sempet naik... But wait, it's you talking... So I decided to calm down... Maksudku, siapa kamu berani-beraninya menilai hidup gue?"

Setidaknya saya sempat berbicara ke abang saya itu yang berulangtahun berbeda sehari dengan orang yang saya sempat membuatnya marah beberapa saat lalu, dan saya akui bahwa saya "menyerangnya". Lebih kurang, saya tahu akan seperti apa arah pembicaraan tersebut. Jadi saya benar-benar siap untuk ini, hari ini.

I wanna enjoy my life, start from now, to the fullest and the edge I can reach. Mari, minum teh tarik.
All photos by Eleazhar Purba.

Labels: , ,

Eleazhar P. @ 9/28/2011 07:13:00 PM. 0 comments.
Read full post with comments.
:: Saturday, September 17, 2011
When You Were Creating The World

Satu keinginanku adalah melihat detik dan detil penciptaan alam semesta.

Melihat Bumi yang belum berbentuk dan kosong, dan saat kegelapan menutupi samudera raya, dan aku berada di sampingMu saat melayang-layang di atas permukaan air.

Dan saat Kau berkata, "jadilah terang", dan terang itu jadi, maka terangpun memisahkan kegelapan. Dan aku akan melihat lagi, lagi, dan lagi setelah terang tercipta.
Photo by Eleazhar Purba, with self-model.
------------
And, the good news today is, I got my first podcast blog launched. Come and listen to my voices and materials at eleazhar.podbean.com.

Labels: ,

Eleazhar P. @ 9/17/2011 09:46:00 PM. 0 comments.
Read full post with comments.
:: Thursday, September 15, 2011
What Dwells In Your Heart Is More Important

Aku memilihmu bukan karena rupamu. Terlebih hanya karena kebaikan hatimu semata.
Kau mempertanyakan hal ini, kan?

Photos by Eleazhar P., at Gedung Bursa Efek Indonesia (The Indonesia Stock Exchange Building).

Labels: ,

Eleazhar P. @ 9/15/2011 11:58:00 PM. 0 comments.
Read full post with comments.
:: Friday, September 9, 2011
Tunas Muda


"Beberapa tahun lagi, tunas muda yang kau hendak musnahkan itu, akan menjadi pohon rindang tempatmu berteduh, ia pun memberimu makan dengan bebuahannya, dan akan tetap bernafas untuk memberimu jejaring oksigen dengan sukacita penuh di setiap harinya".
by Mimitchi Mouse.

Labels:

Eleazhar P. @ 9/09/2011 07:20:00 PM. 0 comments.
Read full post with comments.
:: Sunday, September 4, 2011
Gunung Api dan Manusia

Kau hampir mengetahui, segala rahasia tentangku.
Kau mengerti hampir segala tentang isi hati dan teriakanku.
Kau mengerti ikatan di kaki-kakiku, bertumbuh, menjalar, dari lapisan terbawah
Merangkak membentuk gunung-gunung, melahirkan, membidani pulau-pulau dan benua...

Kau tahu, lempeng-lempeng tektonik di dalam tubuhku, bergerak, bergejolak, saling bertubrukan...
Hanya saat ku merindu tentangmu.
Kau tahu, tangisanku terasa panas, dan menghancurkan kehidupan yang dilaluinya...
Hanya saat kupikir kehidupan baru harus dimulai.

Aku memanggilmu, tapi kau menjauh.
Aku berteriak, kau semakin membenciku.
Gerak tubuhku, katamu, telah menggeser palung-palung di dasar samudra...
Dan menghabisi kehidupanmu...

Aku bergerak melintasi cincin api Samudra Pasifik.
Membangun altar dan perapianku...
Sehangat tempat kediamanku.
Kau hanya tak tahu tentangku, wujudku, dan hatiku...

Erupsiku, nyanyianku...
Dentum batu, musik harianku...
Hempasan tsunami, sibakan jubahku...
Kematian, kehidupan, siklus yang telah kuhitung berabad-abad.
Dan rambutku adalah Tahta Termegah di Utara.
Menghubungkanmu dengan Penguasa Bintang Utara...

Jalankan kesesuaian semesta.
Dan kau kan tahu keindahanku...

Tentang gunung api, Indonesia, dangerously beautiful...
All photos by Ele Azhar Purba.

----------------------------
It's now worldwidely trending for smartphone users, whatever the operating systems are, to utilize photo enhancer/editor apps which are bringing us to the old school styles pictures, which are artistic than ever, by doing it one-hand. And me, I've been using an Android-powered phone and got an app named Retro Camera which is marvelous. Here are photos I took with Justin (my unofficial cat) while relaxing yesterday. Enjoy!

"Saatku mati nanti, apa Tuan akan menguburkan tubuhku dengan tangan Tuan sendiri?"


"Tuan, di manakah ujung dari peradaban dan usia, atau permulaan kehidupan itu? Apakah ketetapan kehidupan juga berlaku padaku?" - Justin, termenung menatap langit.


"Aku malu, Tante berdusta padaku, katanya aku mau diberikan sekaleng sarden..."


"Tuan, apa bedanya diriku dan kucing-kucing di majalah itu? Aku juga tampan, bukan?"
Tag: Volcano, Andoid

Labels: , , ,

Eleazhar P. @ 9/04/2011 05:39:00 PM. 0 comments.
Read full post with comments.
:: Friday, September 2, 2011
It Felt Like You're Injecting Something Into My Medullas

I smell the smell of you
And my heart rings out and singing out an animal song loud

I can even touch the textures of the surfaces of your face
And my heart cries out loud as if it would be endless to be seen and touched

Now I'm suddenly so brave and embraced
Now my heart is fulfilled with the warmth of your heart
And what have you done to me, I ask thee
And what have you delivered into me, I wonder

What is it?
How does it appear and is risen?
And who are you actually?

For each cells and structures
For all medullas compounded and built the visible me
For all tears and laughs, you form me like you are in a way to guide me
Take a way, a step right in front of me
And I'll follow you

Labels: ,

Eleazhar P. @ 9/02/2011 11:35:00 PM. 2 comments.
Read full post with comments.
:: Thursday, September 1, 2011
Why Are You Afraid of The Writings?

Minggu malam kemarin, aku dan beberapa kawan masih mengadakan acara berbuka puasa di tempat favorit kami, di Imperial Cakery Mal Taman Anggrek. And it was such a lot of fun, meski yang berbuka puasa hanya satu orang dan tiga lainnya tidak. Banyak yang kami obrolkan, tertawakan, and that was a melted heart-warming pieces in certain time and place. Until then, a friend told me, "El, si M agak takut loh kalau mau berkomentar di status atau Notes ente". Lalu, teman kami yang ditunjuk itu menimpali, "iya, bang. Agak-agak nggak ngerti dan ngeri aja dengan bahasanya.." Kakak tertua kami pun menimpali, "iya, El. Kita-kita sering nggak ngerti apa yang loe tulis. Bahasanya ketinggian, cuy. Atau sebenarnya cara berpikir loe yang nggak bisa kita jangkau?.." Dan aku cuma tertawa cekikikan hingga airmata keluar. "Masa sih segitunya?"

Ini bukan pertama kali aku mendapat tanggapan seperti itu dari kawan-kawanku, baik yang terdekat seperti mereka, ataupun yang baru kenal sekalipun. A dominating statement to be conyeyed, "takut, nggak ngerti." Oh, well then. Sebelumnya pernah, di acara gala dinner dengan service supplier, account manager-ku di supplier tersebut pernah mengatakan, "Pak Ele kalau menulis status sering puitis sekali. Saya juga pernah berkunjung ke blognya, meski memang belum membaca semuanya. Tapi yang bisa saya sampaikan, Pak Ele ini, berbeda." Hehehe...

Sepulangnya ke rumah, aku nyalakan laptop dan mulai menelusuri, membaca ulang status-status, catatan Facebook, bahkan isi blog. Dan aku menggumam, "apanya yang mengerikan?"

Jujur, aku nggak juga mengerti dengan apa yang ditakutkan, atau kalaupun ada yang tidak dimengerti, ya nikmatilah saja tulisan-tulisan anehku, yang memang aku yakin tidak semua orang bisa dan diharuskan mengerti. Karena memang aku memang menulis bukan untuk orang lain, bukan untuk menyenangkan orang lain, tetapi lebih sebagai bentuk meditasi dan teriakanku atas hal-hal yang tidak bisa kuungkapkan secara oral. Menulis tentang mimpi, menulis berpondasikan kebebasan, menulis tentang reka rasa hatiku, dan untuk merayakan keberadaan dan kekinianku. Sounds bombastic, eh?

Aku ingat sekali di masa-masaku sebagai mahasiswa, yang sudah menulis blog dan mendokumentasikan semua perjalanan perkuliahanku. Mulai dari kesulitan-kesulitan akademis, aksi demontrasi (oh ya, aku memang berperan sebagai orator dan demonstran dulu, hehehe...), dan cerita-cerita keseharianku. Ujung-ujungnya, aku menjadi sangat terbiasa menulis meski dalam keterbatasannya. Menulis di tugas akhir bukanlah masalah yang besar, dan di samping itu, aku belajar banyak hal dari kegiatan menulis yang dipublikasikan di dunia maya ini. Belajar webdesigning dan sedikit programming (HTML, CSS, dan engines), manipulasi citra/foto, dan terutama ialah, aku selalu menjadikan blog sebagai referensi di CV-ku, sebagai bukti bahwa aku bukan orang biasa dan selalu exceeds the expectation. Pikirku, keterampilan untuk menulis dan mendesain web, selain keterampilan utama memang harus dipamerkan, ditunjukkan. And you have to know, I'm saying this in positive boastful way. And I did see and experience it, my employers were accepting this positively.

Ekses positif dari kegiatan menulis, bagiku pribadi, selain boosting my confidence, juga seperti disebutkan di atas, menjadi meditasi pribadiku untuk melarikan diri sebentar dari kebisingan dunia ini. This is the world I govern, this is my only place to hide and relax. Tidak terpikirkan bagiku untuk mencoba tenar dari menulis karena memang aku melakukannya untuk diriku sendiri. Pun proyek buku "Semesta Mimitchi" yang akan dirilis tahun ini juga sama sekali tidak menargetkan penjualan apapun. "Semesta Mimitchi" hanya bagi yang merasa jiwanya terhubung dengan dunia lain yang hanya sebagian kecil manusia yang mewarisi kenangan tentangnya dan masih terhubung dengannya. That's it.

And then, oh really, nggak ada faktor ekonomi sama sekali? Yes. Aku memang menempatkan iklan Adsense di blog dan mendapatkan recehan darinya. Aku menganggap kalau ada yang mengklik iklan di blog, itu lebih karena iklannya kebetulan sesuai dengan apa yang memang dibutuhkan orang yang melakukan aksi tersebut. Tetapi saya belum pernah serius untuk benar-benar mencari uang dari space iklan seperti Adsense tersebut.

Dan jujur, saya lebih senang menyebut diri saya sebagai pemimpi daripada penulis yang impresinya adalah mencari uang dengan menulis secara konsisten dan memiliki tim editorial sendiri, ataupun blogger yang serius menulis konten di blog dalam waktu teratur dan mencari ceruk-ceruk baru di ranah online untuk menggenjot penghasilan dari blognya. Ini yang sedikit aku sedihkan memang, bahwa blogger di masa kini, terutama di Indonesia, lebih terasosiasikan dengan pencari uang semata. Google saja gerah dengan "sebagian blogger Indonesia" yang ternyata adalah blogger abal-abal yang hampir melakukan segala cara untuk mengeruk dollar dari pengiklan; mulai dari black SEO, copy-paste artikel dari blog lain dan mengklaimnya sebagai artikel tulisannya sendiri, auto-generate contents di puluhan blog. That's so sad! For I'm avoiding to be named blogger, as those reasons are there. Anyway, don't feel of being offended, they're just my personal opinion.

Dan sungguh aku tidak perduli dengan ada-tidaknya pengunjung, atau komentator di blogku. And nothing I can stand on, except being selfish on this, which is I don't really care. This blog is all juat about my heart, my life, and I myself, yang karenanya aku memang menarik diri dari lingkaran pertemanan di blogosphere selama dua tahun terakhir. Dan aku memang tidak pernah merasa tertekan dalam menulis karena anggapan umum yang mengatakan, "menulis itu bukan sesuatu yang macho". Apa hubungannya?

Kembali ke awal bahwa orang-orang tertentu bisa menjadi takut denganku karena tulisan-tulisanku. Terlepas dari prinsip "egoisku" dalam menulis, yang mungkin berhubungan kuat dengan introvert-nya diriku ini, mungkin juga karena tema-tema yang kutulis. Mungkin memang banyak yang tidak nyaman atau risih dengan tema-tema seperti kematian, kehancuran hati, perpisahan, life struggle in such dark perspectives, and the whole related schemes and colors, yang adalah biasa dalam kehidupanku, dan aku terbiasa membicarakan tentangnya. Well, I'm Pisces, yang terlalu perasa dengan emosi duka dan terlalu sering membaca hati orang (you, be careful! Hehe...), dan membutuhkan ruang lain untuk bebas dari rutinitas keseharian yang kalau terus dijalani tanpa ada relaksasi hanya mengakibatkan burnt. Percayalah, kinerja dan produktivitas tidak bisa dicapai dan dinikmati dalam kondisi burnt.

Weekend ini, atau di meet-up berikutnya dengan kawan-kawanku, aku mau todong mereka dengan pertanyaan yang mereka belum beri jawaban pastinya, "kenapa takut dengan tulisanku?" Hehehe...

One thing, this below is music video by He Is We featuring Owl City, titled "All About Us". Sugary lyrics in there, which most girls will love it, playing it over and over again, and scenes which will make the girls cry out loud. :)

Labels: , , ,

Eleazhar P. @ 9/01/2011 11:07:00 PM. 0 comments.
Read full post with comments.
  Web This Blog

 

:: Blogger + Designer

Eleazhar Purba. Indonesian, living in Jakarta. A parts logistics lead who is interested in arts, writings, designs, photos, and the universe. More...
Find me on:

:: Categories

:: Featured

:: Monthly Archives

:: Current Posts