The Cloud Home
by Eleazhar P.
:: Saturday, March 24, 2012
Sometimes Picture Paints A Thousand Words...

Picture speaks louder than words. It does even paint a thousand words...

Just created a new album in my Facebook account, in order to contain all my lomo-wannabe photos. I used to upload them all to the mobile upload album.

 "Selamat pagi. Adakah kau melihat matahari yang sama dengan yang kulihat pagi ini?"

 "Dan bila rinduku ini adalah segumpal mega, akan kupanah ia hingga robek dan pecah. Setelahnya rintik-rintik air akan menyembuhkan luka yang kau tinggalkan sewujud gumpalan rindu (sialan) ini..."

"Adakah kau lebih baik dan besar dari segala sesuatu yang pernah kau campakkan di hari-hari lalumu?"

"Dan malam tiba. Riuh rendah manusia tinggallah tetap. Biar amplitudo kerinduanmu menggema panjang bergelombang di malam-malammu..."

"Adalah tentang langit yang kata mereka kita tidak bisa mencapai batasnya yang tidak berujung. Lalu kata siapa hal itu mustahil? Apakah mereka pernah berada di tepi langit?"

All photos by Eleazhar P.

Labels: ,

Eleazhar P. @ 3/24/2012 02:55:00 PM. 0 comments.
Read full post with comments.
:: Friday, March 23, 2012
Hai Tukang Tidur, Masih Takut Untuk Bangun Pagi?

Saya pernah mengatakan bahwa saya lebih menyukai malam daripada pagi. Tetapi setelah saya pikir-pikir kembali, adalah ketakutan saya untuk bangun pagi - selama beberapa waktu ini - yang membuat saya malas untuk memulai hari.

Ketakutan yang bukan karena saya akan bertemu orang jahat hari ini, juga bukan karena saya tidak menyukai apa yang saya lakukan kerjakan saat ini. Saya tidak paranoid. Tetapi ketakutan yang berupa rasa rendah diri saya terhadap Penguasa Hidup dan rendahnya penghargaan kepada diri saya sendiri. Semua karena bekas luka masa lalu itu. Yang seberapa besarpun usaha saya perbuat agar hal itu terlupakan, tidak pernah berhasil. Mungkin waktu yang akan membuatku terlupa, tetapi saya harus bisa membuat satu usaha agar hal tersebut tidak selalu teringat-ingat.

Dua hari yang lalu saya akhirnya memutuskan sesuatu untuk saya perbuat. Saya mencoba bangun sepagi mungkin, dan berhasil. Hari pertama, Rabu, berhasil bangun di pukul lima pagi. Hari kedua, terbangun di pukul lima lewat limabelas menit. Saya berhasil terbangun pagi setelah malamnya saya mengucapkan kata-kata afirmatif kepada diri saya sendiri, "kau harus bangun pagi, jangan takut menghadapi hari dan hidup, kau jauh lebih berharga dari apa yang mereka rendahkan kepadamu, kau telah mencapai banyak hal meski kau dulu hanya nol. Bangun! Bangun pagi... Berkat jauh lebih banyak kalau bangun pagi seperti kata leluhurmu manusia..."

Saya berhasil. Bangun pagi ternyata memang menyenangkan. Udara masih sangat sejuk, sinar matahari masih teduh dan belum menusuk, jalanan masih lancar. Rasa tenang dan bersyukur itu ternyata adalah berkat itu sendiri.

Hal-hal ajaib selanjutnya terjadi. Rabu sore, ada meeting request dari bos besar di regional yang memintakan aku dan beberapa pelaksana kantor (berikut tim regional juga) untuk menghadiri conference call pagi di pukul delapan setiap harinya. Nggak masalah! Saya akan terbiasa. Pun ini akhirnya saya sadari sebagai awal dari kebiasaan bangun pagi untuk seterusnya. Tokh, rumah saya nantinya ada di Cileungsi dan saya wajib bangun pagi, naik bus perumahan di pukul lima, dan tiba di kantor sekira pukul tujuh.

That will be great! :)

Anyway, ini ada dua foto yang saya ambil selama dua hari yang lalu (Rabu dan Kamis) di sepanjang jalan menuju tempat kerja.
Segala kemuliaan bagiMu, Tuhan.
Banyak hal buruk terjadi dalam hidupku dan aku tidak bisa mengubah jalan ceritanya.
Kupikir Kau sempat terlalu jauh, bahkan namaku kupikir tidak pernah Kau tahu. Seperti orang-orang di masa laluku yang begitu susah menyebut namaku seakan namaku adalah nama kutukan.
Aku hanya menyerahkan hidupku kepadaMu kini.
Seperti yang sudah-sudah. Dulu...
"Good morning, you Half Kitten Half Tiger Sleepyhead. Bagaimana rasanya terbangun saat Venus masih terlihat dan memulai harimu lebih awal dari biasanya? Masih takut untuk bangun pagi? Ini sudah musim semi di Bumi Utara. Take your wish to the sky."

"Good morning, Jakarta... Hatiku, ringan pagi ini. Sesibuk apa nanti dirimu sebelum long weekend ini?"

All photos by Eleazhar P.

Labels: , ,

Eleazhar P. @ 3/23/2012 09:24:00 AM. 0 comments.
Read full post with comments.
:: Wednesday, March 21, 2012
Untuk Yang Ketiga Kalinya

Untuk yang ketiga kalinya, aku membuangmu. Selanjutnya tidak akan pernah ada lagi keberanianku untuk berada dalam jangkauanmu.

Untuk kesekian kalinya, aku tahu, aku yang jahat, aku yang salah. Bersalah terlalu sering. Dan ini pastilah memuakkan atau membuat amarahmu.

Aku tidak pernah tahu bagaimana caranya untuk berbicara, menyampaikan kata-kata yang berkenan kau dengar dan baca. Pun aku tidak pernah tahu alasan-alasan dan jawaban dari setiap pertanyaanku kepadamu.

Dulu sekali aku pernah mengalami kesedihan yang sangat saat membuangmu. Dan kedua kalinya aku mengalami mimpi-mimpi buruk yang menyiksa malamku. Entah yang ketiga kali ini, tetapi tadi terasa hambar begitu saja.

Aku hanya tidak tahu bagaimana caranya menjadi teman dan junior yang baik bagimu. Dulu tidak, sekarang tidak, mungkin selamanya tidak. Karena itu aku membuangmu untuk yang ketiga kalinya.

Entah apa kata yang tepat menjelaskan sikapku. Aku hanya ingin menghormatimu, menghargaimu. Tetapi melakukan itu semua tetaplah adalah kesalahan. Meski aku tidak pernah merasa kesusahan dan menanggung berat saat melakukannya.

Apakah ini pernah terucap padamu? Mungkin pernah. Mungkin tidak.

Tidak di awan-awan. Mungkin akan ada saatnya kita bertemu. Tetapi tidak di awan-awan.

Kam tahu siapa kam, kan?

Regards,
Junior Yang Gagal dan Lemah

Labels:

Eleazhar P. @ 3/21/2012 10:34:00 PM. 0 comments.
Read full post with comments.
:: Tuesday, March 20, 2012
Pretty Artworks

I think I'm missing you.
I think...
I feel...

-----------------------------------

I'm now enjoying doing some artworks. Some of the very early artworks are shown here below. And I'm thinking to make more complicated artworks and sell them thru online shops as printed posters or T-shirts. Hmmm...

"Kitty Constellation In The Sky"

"Honey and The Bee", this is a gift for my Pisces sister and she liked it.

"Why Are You So Anu?"

All photos and artworks by Eleazhar P.

Labels: , , ,

Eleazhar P. @ 3/20/2012 08:25:00 PM. 0 comments.
Read full post with comments.
:: Sunday, March 11, 2012
Song of The Trees (Nyanyian Pepohonan, Kematian dan Manusia)

Tentang perkenanganku kepada mendiang bapakku, aku mengingat jelas bahwa ia adalah penyuka tanaman. Mungkin darah petani yang mengalir dari darahnya dan menjadi semacam kode genetik yang diwariskan kepadaku, akupun mempunyai ketertarikan khusus kepada tanaman pun tumbuhan liar.

Tetapi terlebih dari pengertianku bahwa ini adalah kemungkinan yang tradisional, diwariskan oleh bapakku kepadaku, aku percaya bahwa aku juga terikat dan mampu mendengar suara-suara dari tanaman seperti layaknya suara-suara binatang yang biasa kudengar.

Di masa-masa awal tahun remajaku, aku sangat menyukai berada di halaman belakang rumah yang luas. Aku hanya merasa seperti berada di rumah yang sesungguhnya. Seperti persembunyian yang sangat sempurna dari manusia-manusia yang saat itu kurasa sangat kejam kepada manusia lainnya. Tidak di sekolah, tidak di jalanan dan di pasar, semuanya di kota kecil kami. Aku tahu, aku hanya seorang introvert akut saat itu. Aku hanya sedikit tidak siap dengan kenyataan hidup saat itu, dan beralih dengan tinggal di duniaku saja.

Tapi satu yang tidak berubah, terkadang hingga kini aku masih mendengar suara-suara mereka. Bukan desir angin, hanya nada-nada. Seperti rintihan kesusahan dan tangisan. Yang jelas bukan suara mahluk-mahluk spiritual, karena ini berbeda.

Dan saat bencana alam kecil menimpa Jakarta awal tahun ini, aku kembali mendengar rintihan mereka. Dan tidak terduga, airmata ini menetes sedikit melihat beberapa pohon yang tumbang di sekitar jalan-jalan protokol. Some were too old, and later they died. The younger ones were crying and the voice and the warning they were singing about were horrible.



Hear the song of the trees at my Podcast channel.
Saya mengerti beberapa hal yang mereka katakan dan nyanyikan, tetapi biarlah... Biar kejadian-kejadian berikutnya yang menyatakan hal-hal setelahnya.
"Kamu lihat dan belajarlah lagi dari dedaunan di pepohonan dan kamu akan belajar tentang apa itu keabadian, dan sakralnya kematian, dan indahnya dedaunan baru yang menggantikan dedaunan lama"
Mimitchi
Ya, kematian seseorang adalah sebuah tragedi, dan kematian berjuta orang adalah data dalam laporan. Aku mungkin akan mengerti bahwa kematian bapakku adalah satu kematian dari berjuta orang pada 11 Maret empat tahun yang lalu. Sama seperti korban perang. Satu kematian dalam sebuah keluarga adalah sebuah kedukaan yang luar biasa bagi keluarga itu, tetapi kematiannya lalu tercatat dalam kumpulan jamak angka yang dicatatkan dalam satu periode sejarah.

Dan kemarin malam aku mengenang kepergiannya kembali. Tidak bisa berbuat apapun selain menangis. Aku rindu bapakku. Sangat rindu.

Photo by: Eleazhar Purba.

Labels: , , ,

Eleazhar P. @ 3/11/2012 11:37:00 PM. 0 comments.
Read full post with comments.
:: Sunday, March 4, 2012
26 on 26

It was my birthday last week, February 26. I'm getting older. And ton of thanks to those who wished the best things. I appreciate it.

I had dinners for two days celebration last week. The first celebration on Feb 26 was with my friends of the previous company I worked for; Mbak Nur and Bang Jimmy. And the second one, held on Feb 28, was with my coworkers; Mas Tri, Charlie, Pak Mul, and Pak Ray. Too bad that I did not take any pictures on the first celebration.

This is me, on my 26 years old! Be blessed everyone.

All photo and artwork by Eleazhar P.

Labels: , ,

Eleazhar P. @ 3/04/2012 07:54:00 PM. 0 comments.
Read full post with comments.
  Web This Blog

 

:: Blogger + Designer

Eleazhar Purba. Indonesian, living in Jakarta. A parts logistics lead who is interested in arts, writings, designs, photos, and the universe. More...
Find me on:

:: Categories

:: Featured

:: Monthly Archives

:: Current Posts