The Cloud Home
by Eleazhar P.
:: Saturday, April 21, 2012
Istana Mungilku (Day 2): Sudahi Sementara Euforia Ini


Mmmhh... Kalau ditanya apakah suasana hatiku masih bergemuruh di dalamnya dengan teriakan sukacita, maka harus kuakui kalau begitulah yang kurasakan sekarang ini. Aku masih sangat senang. Senang karena tidak lama lagi aku akan memasuki tahap baru dalam hidupku. Mungkin setelah memiliki rumah ini, aku akan berpikir untuk memiliki kendaraan sendiri dan berumahtangga kelak. Dan hidup sebagai orang kebanyakan.

Aku tahu, rasanya mungkin ada yang merasa aku terlalu norak dengan menulis-nulis hal seperti ini di blog atau membicarakannya di dunia nyata. Kenyataannya, aku tidak bisa menyembunyikan kesenanganku dan rencana-rencana positif di depannya yang akan segera kujalani.

Aku memang sudah, sedang, dan akan mengeluarkan cukup banyak uang setelah ini. Tapi aku percaya Tuhan memampukanku untuk menjalaninya.

Setelah mendiami rumah baruku, aku akan menjalani hal-hal baik dalam hidupku. Makan makanan yang lebih sehat daripada sekedar makanan anak kos berupa nasi goreng gila atau sate, berolahraga lebih sering karena kompleks perumahan di sana saja sudah lebih dari luas untuk dijelajah dengan ber-jogging dan berenang, dan tentu hidup hemat karena weekend-ku tidak lagi dihabiskan dengan menghabiskan banyak uang di mall-mall setiap minggunya. Karena memang, pada dasarnya aku memang anak rumahan, dan sangat betah tinggal di rumah sendiri seperti dulu di rumah orangtuaku. :)

Banyak detil yang juga sudah kupikirkan. Mulai dari furnitur minimalis yang akan mengisi rumah (and hi IKEA, will you sponsor me to ship your cool items for my home?), desain taman dan transportasi harian, hingga pengeluaran rutin seperti belanja bulanan, listrik dan air.

Aku sangat ingat detil hari dari pembelian rumah ini, yang kuanalogikan seperti berpacaran hingga menikah. Mulai dari melihat-lihat lokasi di November tahun lalu, memantapkan kembali pilihan di awal Februari tahun ini, dan membayar booking lokasi di awal Maret bulan lalu. Juga aku sangat ingat detil pengurusan KPR, interview oleh tim analis bank (hingga 3 tahap!), dan SMS yang membuatku girang di awal minggu lalu bahwa submisi KPR-ku disetujui oleh bank. Semua ditutup dua hari lalu dengan proses akad kredit di kantor pemasaran Citra Indah. Setelahnya akan menjadi sesuatu yang biasa di tiap bulannya untuk melakukan proses pembayaran angsuran ke bank.

Ya, aku berhutang ke bank lah untuk proses kepemilikan rumah ini. Tapi ya ini pilihanku. Zaman di mana almarhum bapakku dulu bisa memperoleh rumah dan tanah luas itu sudah berlalu, dan kekinian yang kujalani di masa sekarang sudah berada pada pengkondisian yang jauh berbeda. Aku tidak ada bantuan ataupun hadiah dari orangtuaku untuk melunasi pembiayaan kepemilikan rumah ini. But somehow this is fun actually. Bila memang berkat banyak, akan segera kulunasi kredit pembiayaan ini. Thanks to heaven, tidak ada biaya penalti dari bank itu untuk percepatan pelunasan rumah. :)

Happy? I am. Kupikir, bila aku membayar normal saja dengan plafon KPR berjangka waktu limabelas tahun itu, maka pada usia empatpuluh tahun, aku sudah sangat tenang dalam memasuki masa-masa seniorku di kantor kelak dan siap untuk pensiun.

Rencananya, bangunan rumah ini akan selesai dalam kurun waktu setahun sejak akad kredit. Tetapi informasi dari beberapa sumber yang sudah selesai unit rumahnya di perumahan ini, banyak dari mereka yang rumahnya sudah selesai dalam kurun waktu enam bulan. That should be good. Bisa saja di tahun ini juga aku akan segera menempati rumah mungilku di klaster yang terhitung baru di perumahan itu.

Pertanyaan prinsipal buatku, apakah aku akan merubah status kependudukanku di KTP, dari semula seorang warga Sumatra Utara menjadi warga Jawa Barat sementara mengganti identitas ini sama berat dan luarbiasanya seperti mengganti informasi agama di KTP? Well, aku harus berpikir realistis dan tidak seharusnya berlebihan seperti itu. Rumah, bagiku, sejatinya adalah tempat dimana hatiku berada. Sumatra Utara tetap ada di hatiku dan sudah punya tempatnya tersendiri. Tetapi ladangku, sawahku ada di sini. Di sinilah aku menata hidupku. Biarlah tangan Tuhan tetap memegang kendali atas jalan-jalanku.

Oia, tips paling ampuh agar submisi KPR kamu disetujui oleh bank adalah "berikanlah informasi yang sejujur-jujurnya tentang kondisi keuangan kamu." Good luck, see you in another story. Sementara ini akan kuredam euforia ini dan menulis bagi diriku sendiri tentang perkembangan rumahku, nanti-nanti. :)

Labels: ,

Eleazhar P. @ 4/21/2012 11:20:00 PM.

0 Comments:

Post a Comment

Back to blog homepage...
  Web This Blog

 

:: Blogger + Designer

Eleazhar Purba. Indonesian, living in Jakarta. A parts logistics lead who is interested in arts, writings, designs, photos, and the universe. More...
Find me on:

:: Categories

:: Featured

:: Monthly Archives