The Cloud Home
by Eleazhar P.
:: Thursday, June 21, 2012
Terlalu Dini Untuk Bermuram di Bulan Juni


Rentang lama satu bulan, berjumlah duabelas selama satu tahun memiliki pengaruhnya tersendiri dalam jiwaku.

Seperti satu contoh, Maret adalah bulan yang penuh pergolakan, semangat, dan harapan. Bulan yang terasa panas dan tercium rasa merah setelah musim dingin berakhir, berganti musim semi pada tanggal duapuluh satu. Ada sesuatu yang terasa terbakar, dinginnya hati dan segala kemuramannya berakhir sudah pada saat musim berganti di bulan Maret.

Hari ini, di belahan utara bumi, musim semi telah berakhir dan berganti musim panas di Bulan Juni. Tentu, anak-anaklah yang bersorak riang menyambut musim ini. Hampir semua anak-anak di dunia menyukai saat-saat ini. Liburan musim panas, pengumuman kelulusan sekolah, dan masa-masa memasuki tingkat kelas baru atau sekolah baru. Kita yang hidup di lingkar tropis juga merasakan hal yang sama.

Maka aku mencecap Bulan Juni adalah tentang warna biru, kuning, hijau. Saat kehidupan mulai memasuki masa-masa panen, waktu yang lebih banyak dengan keluarga, teriakan girang anak-anak kecil, masakan istimewa olahan ibumu, dan sosok ayah yang muncul lebih lama di rumah dan pekarangan.

Sedikit banyak tentang bulan Juni, aku menyukainya. Aku merasakan ada kebahagiaan di Bulan Juni. Suasana hati bisa sangat baik dan semangat yang meledak-meledak untuk berlari, melompat, berjalan, bermain air di sungai, dan menyusuri ladang juga sawah. Aku punya banyak kenangan yang baik tentang Bulan Juni.

Tetapi tidak tahun ini, Juni terasa muram, melelahkan, hampa, tidak terasa tercecap apapun selain kelam hitam rasa, di manapun tempat yang kusinggahi. Ada suatu hukuman yang kujatuhkan kepada diriku sendiri, tentang batas diri untuk memperjuangkan sesuatu, tentang rasa, tentang satu dua jiwa lagi yang terluka, tentang kehidupan yang akan datang di bab selanjutnya dalam buku kehidupanku.

Ada sedikit warna cerah yang tercecap kulit, ia adalah tentang kehidupan. Sedikit, tidak banyak. Aku mengharap ada lebih banyak rasa dan warna yang naik menguap ke langit sebagai kepulan awan, lalu turun jatuh sebagai air hujan yang berlomba masuk meresap ke tanah, lalu menggerakkan kehidupan serangga, tetumbuhan, dan air bagi segala yang hidup. Tetapi tidak terjadi. Aku mencurigai sesuatu yang tidak semestinya dan biasanya. Tentang rancang ulang peristiwa, dan segala yang akan terjadi. Dan ini hanya merusak bulan kesukaanku ini.

Mungkin esok, mungkin di minggu depan saat Juni berakhir. Berganti, terganti tanpa paksaan oleh Bulan Juli yang banyak orang-orang mengagumkan terlahir sepanjang waktunya. Mungkin pada saat itu, kesukaran yang menaungi hari-hari ini akan berakhir.

Namun tidak seharusnya aku bermuram, ini hanya tidak biasa. Terlalu dini. Bahkan musim gugur, yang mampu meluluhkan hati saat melihat banyak kematian terjadi, sekalipun belum tiba.

Ini hanya terlalu dini. Juni.

All photo by Eleazhar Purba.

Labels: ,

Eleazhar P. @ 6/21/2012 10:00:00 PM.

0 Comments:

Post a Comment

Back to blog homepage...
  Web This Blog

 

:: Blogger + Designer

Eleazhar Purba. Indonesian, living in Jakarta. A parts logistics lead who is interested in arts, writings, designs, photos, and the universe. More...
Find me on:

:: Categories

:: Featured

:: Monthly Archives