The Cloud Home
by Eleazhar P.
:: Monday, December 31, 2012
Tahun-Tahun Datang dan Pergi (Hello 2013)

Sedikit kelu dan kebas jari-jari yang semakin menua ini untuk menulis baris-baris kata sebagai post untuk blog ini. Mungkin karena sudah tidak terbiasa lagi untuk menuliskan apa-apa yang yang selama ini kupendam dalam hati, dan tidak terucapkan karena rasa takut yang muncul akibat gambaran dari orang-orang yang tersakiti hatinya karena beberapa baris tulisan. Bahasa yang terlihat dari mata, namun mereka mungkin bisa merasa lebih dari yang sebenarnya aku sampaikan. Entah siapa yang menabuhkan gema terkuat dari kata-kata.


Jadi, inilah aku, pada hari terakhir di tahun 2012 ini, dengan sekandungan beban pada pikiran rasional yang berbanding lebih sedikit jumlahnya daripada rasa yang saya tanggung. Ada banyak cerita yang terjadi di setiap bulannya, ada banyak yang berlalu dan tidak berbekas sekalipun karena aku tidak menganggapnya penting untuk diingat. Tokh aku masih bisa membaca-baca kembali tulisan-tulisan tanpa arti, dan menikmati imagi yang kuambil sepanjang tahun ini pada arsip blog ini. Rasa-rasanya, inilah sekarang satu-satunya kegunaan dari memiliki blog dan menulisinya; sebagai penanda dari kisah sehari-hari yang mungkin layak untuk ditandai dan dirasa kembali di waktu lain di masa depan.

Dan jujur, tahun ini berlalu begitu cepat. Tidak terasa, sudah genap dua bulan aku meninggalkan kantor yang lama. Tidak terasa, hampir empat tahun aku melayani di kantor itu. Dan tidak terasa, pergantian musim ke gerahnya hari-hari pada bulan-bulan di Tanah Jawa ini telah dimulai Maret lalu. Dan aku bahkan tidak lagi mengingat apa yang sudah aku perbuat selama April hingga Mei yang lalu, selain rasa girangku karena akan memiliki rumah sendiri. Days were passing as they were, and somehow I didn't realize if the days were there.

Rumah itu, Rumah Pisces, yang semula kuberi nama The Temple Of Pisces, kini sudah berdiri dan siap ditempati. Banyak rencana yang tertunda untuk mendiami rumah itu, terlebih karena lokasi kerjaku sekarang yang terasa sedikit lebih jauh dari kantor yang lama di Gedung BEI, dan minimnya kualitas angkutan umum ke kantor dari titik-titik pemberhentian bis perumahan itu selama di Jakarta. Mungkin nanti, segera akan kudiami rumah itu.

Rumah Pisces adalah satu dari dua pencapaian terbesarku di tahun ini. Yang kedua adalah pekerjaan baruku. Ada kenaikan jabatan dan nilai gaji tentunya, tetapi biarlah nanti entah bagaimana ke depannya. Prinsipku saat bergabung dengan perusahaan baru hanyalah untuk memberikan yang terbaik dan lebih, meski nanti mungkin akan ada hal-hal yang tidak menyenangkan hati seperti yang terjadi di mana saja. Anggaplah itu pembelajaran, selebihnya tidak mengapa.

Yang jelas menjadi kegagalanku tahun ini adalah gagal menjadi kepala keluarga yang didengarkan oleh anggota-anggotanya. Sedikit masalah keluarga, dan tidak akan kutuliskan detilnya di sini. Hanya saja aku merasa kecewa dengan diriku sendiri, yang bahkan tidak mampu menjadi tetua yang didengarkan adik-adikku sendiri. Entahlah, mungkin mereka yang terlalu keras kepala, atau aku yang terlalu toleran. Sementara aku juga berkeras agar semua masukanku didengar dan dilaksanakan, karena menurutku segala yang kusampaikan adalah benar dan baik bagi mereka, dan aku tidak mau ada keputusan keliru dan berakibat buruk bagi mereka. Being ignored by the ones you love is hurting evenmore.

Jujur, kadang aku berpikir untuk tidak akan lagi mengurus mereka. Terutama adikku lelaki, dia akan menikah dengan gadisnya kelak, dan tidak membutuhkan peranku sama sekali, seperti selama ini dia memang jarang mendengarkanku. Dia sudah dewasa secara umur dan harus bertanggungjawab dengan hidupnya, dan aku sudah kelelahan dengannya. Kelelahan untuk tetap sabar, membimbingnya, dan lelah untuk kerap marah dengan segala perbuatan dan ketidakpatuhannya kepada nasehatku. Aku sangat lelah.

Denganmu, adikku, bila kau membaca tulisanku ini, ketahuilah bahwa aku sudah melepasmu untuk kau memilih dan menjalani hidupmu tanpa lagi ada campurtanganku. Mungkin itu yang selama ini kau mau; kebebasan dari bayang-bayangku dan mengikuti nalurimu sendiri untuk menjalani hidup, untuk membuktikan bahwa kau bisa mengatur dan memimpin hidupmu. Dan kalau memang itu yang kau mau, aku sangat rela. Semoga kau berhasil, dan segala pilihanmu berbuah...


Tahun depan, aku tidak memiliki target banyak untuk dipenuhi. Aku hanya ingin memulai satu proses baru dalam hidup, yaitu untuk bersekolah kembali. Gelar sarjana saja belum kupunya, hanya gelar ahli madya (D3) ini saja yang masih kupegang, yang akan mempersempit banyak peluang di masa depan. Bukan, bukan aku tidak percaya akan kemampuanku sendiri. Memang, dengan tingkat pendidikan seperti inipun aku masih bisa bertahan hidup dan memperoleh bayaran yang cukup untuk level manajer. Tetapi tentu ada banyak tabir jiwa dan alam pemikiran lain yang bisa disibak dengan pendidikan yang lebih tinggi. Itu yang kumau. Sejujurnya gelar sarjana bagiku tidak terlalu penting.

Hal berikutnya untuk dipenuhi adalah kendaraan pribadi. Entah itu mobil (perencanaan visualku selama ini adalah memiliki rumah pada saat usia 26 - yang syukur Tuhan sudah terkabul, dan memiliki mobil pada usia 28), atau motor untuk kupakai di Rumah Pisces untuk berangkat ke stasiun bis perumahan menuju Jakarta dan sepulangnya. Yang jelas, aku berniat membeli karena saat ini memang sudah membutuhkan hal-hal tersebut.

Di sela-sela itu, aku hanya ingin untuk hidup sehat dengan detoks buah-buahan di rumah pada beberapa akhir pekan setiap bulannya, menonton film lebih banyak (saya menonton hampir semua film box office tahun ini), membaca buku lebih sering (ada sekitar 20 buku di kamar yang belum kubaca sama sekali sejak dibeli sepanjang tahun ini), dan memberi ekstensi/tambahan ruang di Rumah Pisces. You know what, aku sangat serius dengan rumahku ini. Dia harus menjadi rumah yang seperti seorang Pisces; tampil biasa dan tanpa kejutan di luar, tetapi memiliki kekayaan tidak terlihat di dalamnya. Aku akan menjamu kawan-kawan terdekatku ke rumah, menyiapkan makanan dan minuman di ruang belakang (yang desainnya nanti akan menyerupai kabin, klik link di atas), berkebun, menulis blog dan menyelesaikan proyek buku Semesta Mimitchi, serta bekerja secara remote selama beberapa jam di akhir pekan. Juga banyak ornamen di rumah yang nantinya berupa proyek eksperimentalku. All magical world of a Piscesan! :)

Banyak materi (uang/tabungan) yang akan habis untuk tahun depan. Tetapi mantap kukatakan, aku pasti sanggup. Tokh itu nanti juga untuk kebaikanku juga. Dan terutama, mulai Januari 2013 nanti aku akan mengalokasikan semacam dana darurat di luar Jamsostek.

Juga terhantar terima kasih untuk semua orang yang mendukungku (hey, have you guys thanked a person?) selama tahun ini. Mamaklah yang terutama, aku rindu mamakā€¦ Juga masakan dan pijatan tangannya di kepalaku. Adik-adikku, yang sekalipun keras kepala dan aku berpikir untuk melepas kalian, but somehow ada rasa syukur atas dukungan kalian. Lalu sepupuku, Bang Ek*, yang aku merasa sangat bersalah kepadanya. Abang ini adalah wali dan bapakku di perantauan ini. Dan sekalipun dia sudah sangat baik kepadaku, tetapi jarang aku berbicara dengannya meski serumah. Ini terutama karena rusaknya pola pikirku tentang orang bermarga Sumatera Utara yang lahir dan besar di Tanah Jawa ini, yang diakibatkan sikap laku seniorku di perusahaan pertama tempatku bekerja dulu (all of you know this story. So, thanks to my senior who had ruined my life but I've been struggling to build it again from scratches, for the last five years!). Juga Kak Butet bawelku, si Mbak Nu*, yang sudah banyak menolongku sepanjang tahun ini dan berbagi banyak cerita. Berikutnya si Abang Ganteng, Mas Tr*, yang menjadi mentorku selama tahun-tahunku di perusahaan yang kedua dan masih rajin nanyai kabarku (he knows how dangerous I manage my life). Mas, gue masih merasa sedih kalau baca post tentang resign-nya elo Agustus lalu. Juga sangat tidak terlupa beberapa kawan dari perusahaan sebelumnya; Fe***, Ch*****, Ar**, dan Bu I***, untuk semua dukungannya. Semoga kehidupanku juga mendukung kalian sepanjang tahun yang akan segera berlalu ini.

Salam damai untuk alam semesta dan segenap isinya. Sampai jumpa di post berikutnya, di tahun depan. :)

Photos by: Eleazhar P. (the first two photos above), and Yosepina P. (our mother photograph).

Labels: ,

Eleazhar P. @ 12/31/2012 09:26:00 AM.

2 Comments:

"blogmu ini comply dengan PCI-DSS.. Sensitive data is masked.."
 
"yap.. yap..."
 

Post a Comment

Back to blog homepage...
  Web This Blog

 

:: Blogger + Designer

Eleazhar Purba. Indonesian, living in Jakarta. A parts logistics lead who is interested in arts, writings, designs, photos, and the universe. More...
Find me on:

:: Categories

:: Featured

:: Monthly Archives