The Cloud Home
by Eleazhar P.
:: Thursday, January 30, 2014
Perihal Pertalian Bumi dan Bulan

Mereka telah diberikan ketetapan abadi untuk saling mengasihi, tetapi mereka tidak akan pernah menjadi satu di dalam pertalian ini.
Mimitchi
Jauh pada masa Bumi baru mengambang dalam samudera raya yang gelap, ia telah ditetapkan sebagai tanah di mana peradaban akan berjalan. Peradaban yang dimulai dari benih-benih kecil di laut, dari keriap anak-anak binatang yang bergerak perlahan menjejak di tanah, memanjat tumbuhan, dan melompat terbang ke langit. Semua dimulai dari kaki-kaki kecil hewan itu. Ikan pun, mulai mendetak insang dan meraba air di sekeliling terjangkau dari tubuhnya. Bumi masih sangat muda saat itu.

Pun benda-benda angkasa juga turut muncul, tidak terlalu lama, mungkin bersamaan waktu dengan kehidupan yang mulai meriah di bumi. Pusaran-pusaran angin, tembakan cahaya juga muncul di samudera langit di atas sana. Mereka terletak teratur, menurut sebuah rencana untuk menjadi penanda hari dan malam, penanda musim dan perayaan.

Bersamaan dengan ditetapkannya benda-benda langit, satu kejadian tidak terelakkan untuk terjadi bagi Bumi. Hantaman besar dari samudera langit menghujam Bumi yang masih baru belajar menari berputar pada polanya saat itu. Sebagian kecil permukaan Bumi terlempar ke atas akibat hantaman keras itu, ia menuju langit, lalu dikerubungi gas yang menempel pada tingkap-tingkap udara yang melapisi Bumi dan berhenti terhenyak pada satu titik. Oleh suatu alasan, Bumi menangkap sebagian bagian dirinya tadi oleh suatu tali. Bumi tidak merelakan bagian tubuhnya itu menghilang begitu saja. Bumi mungkin amat menyayangi dirinya, hingga tali itu lalu mengikat sebagian dirinya itu, lalu membiarkannya terikat pada tempat yang tidak terlalu jauh dari Bumi. Bumi lalu menamakan sesuatu untuk bagian yang terhempas dari tubuhnya tadi, dan kini terikat tergantung padanya. Ia memberikannya nama, Bulan.

Dan apa yang tidak disadari oleh Bumi oleh tindakannya tadi adalah, bahwa Bulan akan menjadi bagian terbesar yang mempengaruhi kehidupannya, pun segenap mahluk yang tercipta dan menghidup pada setiap jengkal permukannya. Bumi dan Bulan, terikat lalu terikat dalam satu ketetapan abadi setelahnya.


Moon and Earth, by Expedition 24.

Yang kemudian terjadi, Bulan yang terikat pada Bumi, adalah ikut dalam suatu pola tarian seperti yang dilakukan Bumi. Bila Bumi melakukan tarian putaran pada dirinya sendiri, pun juga sambil menari mengelilingi Matahari, maka Bulan melakukan tarian yang sama. Ia, Bulan, menari juga dengan berputar pada dirinya sendiri sembari memutari Bumi. Tali yang diikatkan oleh Bumi kepada Bulan mungkin telah menularkan pemahaman yang sama. Pada Bumi, saat ia berputar dan separuh dirinya tidak mendapat cahaya Matahari, bagian dirinya itu disebutnya malam.

Oleh karena tarian tadi, yang bagi Bulan membutuhkan waktu lebih kurang duapuluh delapan hari untuk mengelilingi Bumi, Bulan telah menjadi suatu penanda malam. Karena sering, pada pola tertentu, ia memantulkan cahaya yang diterimanya dari Matahari saat malam tiba di separuh bagian Bumi tadi. Setiap malamnya ia memberikan wajah yang berbeda yang bisa dilihat penjejak Bumi. Penjejak Bumi lalu menjadikan pula Bulan sebagai penanda hari. Hal-hal masih terus akan terjadi.

Jauh pada kesadarannya, Bumi menyimpan suatu rasa terhadap Bulan. Ia tetap menganggap Bulan sebagai bagian dari dirinya sendiri. Sebagian jiwanya merasa sendu, sebagian jiwanya merasa haru pun gembira bila melihat wajah bulan menjadi sepenuh pada malam tertentu. Yang tidak disadari Bumi, saat Bulan mengikuti dirinya menari, pertubuhan anak-anak perempuan manusia juga mengikuti pola dan jumlah hari tarian Bulan mengelilingi Bumi. Pertubuhan mereka menjadi sebegitu subur untuk bisa memulai kehidupan baru bagi anak manusia pada hari tertentu dalam jumlah yang sama dengan detak hari Bulan menari.

Mungkin Bumi merasakan cinta dan haru yang meluap-luap pula saat melihat Bulan menjadi sepenuh. Mungkin ini juga yang tidak disadari Bumi, bahwa rasa harunya membuat sebagian besar wajahnya yang berupa air, meninggi hebat saat Bulan muncul. Rasa haru dan gelegak amarah akan ketidakmampuannya menarik Bulan kembali padanya, juga membuat anak-anak manusia di Bumi ikut dalam gelegak cinta dan amarah saat Bulan muncul dalam wajah sepenuh. Anak-anak manusia larut dalam luapan liar cinta dan haru, sama seperti Bumi yang mereka jejak. Juga dengan hewan-hewan di belantara yang terikut dalam gelegak tak terkatakan ini, yang lalu mulai menyerang perkampungan yang didirikan anak-anak manusia. Manusia pun terikut terpengaruh untuk membuat tata cara perlindungan diri dari serangan binatang. Entah tata cara tempat tinggal, maupun perlindungan diri dengan menempa senjata tajam.

Rasa haru dan cinta Bumi kepada Bulan telah merubah dan membentuk banyak pola kehidupan.

Bumi seringkali merasa cintanya tidak berbalas. Bulan yang juga sering berwajah muram tapi juga sering menampakkan pesona terbaiknya, tanpa Bumi pernah menyangka, juga ikut menangis di samudera langit atas sana. Tak jarang, kesedihannya semakin menjadi pada satu titik tariannya yang disebut Bulan Baru di langit, sekaligus menandai banyak sekali macam perayaan oleh anak-anak manusia di Bumi. Bukan karena ia kembali harus memulai tarian baru, tetapi terlebih pada kesadaran sepenuh, bahwa rasa haru dan cinta luar biasa yang terjalin di antara mereka berdua, Bumi dan Bulan, tidak akan pernah tercapai dan menjadi satu kembali.

Mereka berdua, Bumi dan Bulan, hanya akan mencinta dengan cara seperti ini selamanya, untuk menyaksikan kehidupan, menandai kematian, dan memulai kehidupan yang baru.

---


Themes: Creationist, Gravity, Moon / Lunar Effects, Lunar Calendar Celebration, Menstruation, Gravity, Rotation, Sea Tides, Cultural Evolution.

References and books for you to explore:

Labels:

Eleazhar P. @ 1/30/2014 11:08:00 PM.

0 Comments:

Post a Comment

Back to blog homepage...
  Web This Blog

 

:: Blogger + Designer

Eleazhar Purba. Indonesian, living in Jakarta. A parts logistics lead who is interested in arts, writings, designs, photos, and the universe. More...
Find me on:

:: Categories

:: Featured

:: Monthly Archives