The Cloud Home
by Eleazhar P.
:: Tuesday, July 1, 2014
The Day I Gave Up As Commuter (Part 2)

Sabtu lalu, 28 Juni, akhirnya aku bertemu dengan pemilik langsung dan melihat unit apartment tipe studio yang sudah saya incar di kawasan Jakarta Selatan itu. Bisa dibilang hoki atau jodoh dengan apartment ini, karena satu komplek (meski beda tower) dengan unit apartment yang ditinggali adikku dengan sahabatnya sesama perantau dari Sumatra Utara. Jangan ditanya bagaimana mereka - yang belum setahun merantau di Jakarta dan terhitung karyawan level staf biasa, sudah bisa menyewa unit tersebut. Yang jelas mereka punya keberuntungannya masing-masing. Disebut berjodoh juga karena pemilik langsungnya baik, prosesnya cepat, nggak berkelit. Akupun secepatnya melakukan proses pembayaran deposit dan sewa dibayar di muka. Lah kondisinya baik, furnished, harganya maih bisa kujangkau pula. Menggunakan istilah Kaskus, "recommended seller, gan!"

Jadi, Sabtu besok, 5 Juli, adalah saat aku mulai menempati unit itu dan mengakhiri proses perpindahan, sekaligus memulai hari-hari sebagai pengguna kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek, kayak si kawan satu ini. I'm way so excited!

Ada teman yang bertanya, "lantas rumahmu diapakan?" Dibiarkan begitu saja, tidak akan kusewakan. Hanya dititipkan ke satpam klaster, dan aku masih akan mengunjungi rumah itu sebulan dua kali untuk berberes dan berganti suasana. I'm gonna miss that little home, Pisces Sanctuary, tetapi karena pekerjaan dan jarak jauh yang harus saya tempuh setiap harinya, memaksa saya untuk meninggalkannya. Anggap saja berinvestasi di rumah itu, anggap saja menjadi villa atau tempat pelarian sewaktu-waktu.

Dengan berpindah ke dekat pusat kota, tentunya aku bisa lebih menghemat waktu yang terbuang di jalan setiap harinya. Dengan berpindah ke apartment ini, hanya satu jam waktu yang dihabiskan di jalan untuk pergi-pulang (dengan KRL). Bandingkan kalau masih tinggal di Cileungsi. Bisa hampir enam jam terbuang setiap harinya. Aku bisa gunakan waktu sebanyak itu untuk beristirahat cukup, membaca buku atau menulis sesuatu, menonton teve, dan banyak lagi. Hal-hal tersebut nggak bisa aku lakukan kalau masih tinggal di Cileungsi. Menonton siaran teve saja jarang, update berita hanya dari timeline Twitter dan news portal. Juga jelas lebih hemat dari segi biaya hidup. Dengan berpindah ke tempat baru ini, pengeluaran perbulan - setelah diperhitungkan, bisa dipangkas sebesar hampir 75%.

There it is, another chapter in life is about to begin.

Labels:

Eleazhar P. @ 7/01/2014 09:16:00 PM.

2 Comments:

"Test of comments submission..."
 
  • On September 6, 2014 at 3:30 PM, Anonymous Anonymous said,
  • ":) nice post"
     

    Post a Comment

    Back to blog homepage...
      Web This Blog

     

    :: Blogger + Designer

    Eleazhar Purba. Indonesian, living in Jakarta. A parts logistics lead who is interested in arts, writings, designs, photos, and the universe. More...
    Find me on:

    :: Categories

    :: Featured

    :: Monthly Archives