The Cloud Home
by Eleazhar P.
:: Saturday, February 14, 2015
Bu, Mbak, Mungkin Tadi Adalah Hari Yang Buruk Bagimu

Teruntuk para ibu dan saudari yang pernah menerima senyum dan kelakar dari saya saat membeli makanan atau barang apapun yang kalian jajakan, selamat malam.

Baru sore tadi saya renungkan, tentang porsi makanan yang selalu kalian lebihkan dari apa yang kupesan, tanpa aku membayar lebih pada kalian. Mungkin, kalian melihat tubuh bongsorku dan seketika tahu aku gemar makan berlebih. Kalian sangat benar, aku gemar makan. Pun aku memang makan berlebih karena warisan kebiasaanku beberapa tahun lalu. Makan berlebih adalah pelarianku untuk menghilangkan rasa sakit dalam jiwaku. Rasa sakit yang disembuhkan secara sementara, lalu muncul kembali. Dan aku butuh makan berlebih sejak saat itu.

Kini, di tengah masa-masa proses kesembuhan jiwaku, aku mencoba menghindari kebiasaan makan seperti itu. Aku tahu, yang berlebih itu tidaklah baik bagi tubuhku. Pun juga aku sangat menghindari duduk bersebelahan dengan orang yang berkelebihan berat badan di angkutan publik. Mereka sangat "memakan" tempat dan itu mengganggu penumpang yang lain. Aku sadari itu, karenanya aku ingin bertubuh biasa saja seperti tahun-tahun sebelum masa-masa kelamku. Aku tidak ingin menjadi pengganggu ketenteraman umum karena berat badanku.

Kini pula, saat upaya-upaya kebiasaan makan lebih terukur itu aku coba lakukan, berjalan pula proses lain yang kujalani dalam jiwaku. Aku kini jauh lebih rileks dalam hidup, aku bisa ramah kepada orang-orang yang secara jiwa tidak terikat denganku. Siapapun. Sekalipun aku memang tetap bisa galak kepada orang-orang tak bernama di jiwaku yang kutemui di jalan. Keramahanku, sikap baikku, termasuk pernah dan semakin sering kutujukan buat kalian juga.

Apa yang kudapat setelahnya adalah keceriaan yang berbalik kepadaku dari kalian. Mungkin aku telah mengambil hati kalian tanpa aku maksudkan sedari awal. Keceriaan kalian disertai dengan porsi makanan berlebih yang sering membuatku terkejut. Aku terkejut karena kalian seharusnya tidak memberi sebanyak itu. Sedikit banyak aku terharu. Tak lupa kusampaikan terima kasihku dalam hati, meski aku tidak akan serta merta menjadi pelanggan tetap kalian setelah "dibaiki" seperti itu.

Tetapi alasan terdalamku bukan itu. Bukan karena aku kini lebih santai dan lunak menghadapi manusia. Alasanku, karena sering aku menaruh belas kasihanku melihat mangkuk-mangkuk kalian masih penuh saat jam makan siang sudah hampir usai, atau sudah waktunya tengah malam. Pada peritel makanan besar, aku bisa mengerti kalau makanan sisa akan diberikan ke karyawan atau dibuang begitu saja. Tapi warung-warung makanan rumahan seperti kalian, tidak tega aku melihat mangkuk-mangkuk itu masih penuh. Sekalipun makanan yang kalian jual bukanlah makanan terenak yang pernah mampir di cecap rasa lidahku, aku akan datangi dan beli dari kalian saat aku lapar. Aku ingin menyumbang sedikit pendapatan kalian hari itu, dengan membeli.

Aku berpikir juga pada banyak waktu, mungkin kalian telah menghadapi hari yang buruk. Sama seperti kebanyakan pemilik, pengelola, pekerja industri seperti kalian. Pun aku pernah seperti kalian, pernah juga berada di industri ritel. Sangat tidak enak bagiku. Tetapi aku belajar dan menaruh hatiku pada posisi seperti kalian kini.

Menyebarkan brosur, ditolak oleh calon pembeli, berdiri dari pukul 10 pagi hingga 10 malam selama hampir seminggu berturut-turut dalam event pameran per empat bulanan, mengganti selisih harga dari uang pribadi, menanggung denda anggota timku, juga digoda oleh laki-laki penyuka laki-laki yang sangat brengsek itu. Semua juga pernah kujalani. Dan aku tahu rasa seperti itu, juga masih banyak orang yang menjalani jalan pekerjaan seperti itu.

Terkadang hatiku berada pada kalian. Buntu, aku sering tidak tahu harus berbuat apa. Mungkin, dengan sikap ramahku, kuharap bisa sedikit membuat hari kalian cerah. Sedikit senyum dan tawa adalah baik bukan?

Terima kasih sekali lagi buat porsi lebihnya. Satu-satunya cara adalah sering bergerak tubuh. Baiklah, akan kulakukan. :)

Labels:

Eleazhar P. @ 2/14/2015 07:53:00 PM.

0 Comments:

Post a Comment

Back to blog homepage...
  Web This Blog

 

:: Blogger + Designer

Eleazhar Purba. Indonesian, living in Jakarta. A parts logistics lead who is interested in arts, writings, designs, photos, and the universe. More...
Find me on:

:: Categories

:: Featured

:: Monthly Archives