The Cloud Home
by Eleazhar P.
:: Sunday, August 28, 2016
Mencari Pola Hidup Dalam Big Data (Mahadata) - Post I

Keywords: Big Data, Butterfly Effect, Chaos Theory, Logistics, Transportation, Human Behaviour, Life Pattern

Pada hari-hari awal di minggu kedua Agustus ini, saya hanya terdiam saat seseorang yang saya nilai dekat dengan saya mengirimkan pesan-pesan di Whatsapp, tiba-tiba menanyakan kabar saya. Padahal jika bisa dibilang, baru beberapa minggu sebelumnya saya berjumpa dengannya. “Agak tidak biasa”, pikirku.

Pagi itu saya dalam keadaan tidak baik. Maksudku, pagi itu saya sebenarnya bisa terlihat agak normal. Tetapi di dalam, ada ingatan-ingatan tentang masa lalu yang kembali muncul. Yang sebenarnya, saya kini tidak lagi menyangkal bahwa ingatan-ingatan itu bisa membangkitkan semacam kemarahan dan ketidakberdayaan tertentu. Saya malah bisa merasakan kembali semua emosi, aroma, dan bau tubuh orang-orang yang saat itu mengiringi semua peristiwa yang sekarang terarsipkan dengan sangat baik di kepala saya. It was just plain and pure emotion. It hurts, by the way. Masih terasa sakit.

Yang saya perjuangkan kini adalah seberapa lama “waktu” bisa “menyembuhkan” jiwa ini; seberapa lama saya bisa bertahan, seberapa lama lagi ingatan-ingatan itu akan lenyap sepenuhnya. Yang saya perjuangkan kini juga adalah bagaimana mengatur kemarahan saya agar tidak muncul ke permukaan; agar orang-orang di sekitar saya tidak terkena api emosi saya yang menular. Yang kadang membuat saya merasa bahwa saya sangat “fake”; seperti kebanyakan orang. “Everyone has their own problems, everyone just hides it,” said them. Maka ini saya lakukan pula.

Jadi, saat saya ditanya kabar seperti pada pagi itu, saya kembalikan pertanyaan itu, “bisa merasakan apa? Jadi tumben menanyakan ini?”

Maka malamnya, saya menghubungi orang tersebut setelah pekerjaan kantor selesai. Di ruang meeting gelap itu, saya menceritakan hal-hal yang tidak pernah saya ungkapkan kepadanya meski sudah tujuh setengah tahun saya mengenalnya. Segala runut kejadian, perasaan-perasaan, dan segala perbuatan saya yang telah menyakiti orang lain sebagai mekanisme pertahanan saya atas orang-orang yang saya curigai akan menyakiti atau menunjukkan tanda-tanda antipati karena asal-usul saya.
Photo by: myself. "Gotham-esque Jakarta as seen from my office"

Satu jam berlalu. Saya tidak mengatakan kalau telah terjadi mujizat bahwa saya tiba-tiba tersembuhkan karena hanya bercerita dan mendapatkan affirmative and loving advices. Saya merasakan adanya beban yang terlepas. Ada yang terasa ringan di tubuh tak terlihat yang berdiam di dalam tubuh karbon ini. Saya merasa seperti, “is someone out there able to truly relate to my emotion, to my soul empathetically, tanpa saya harus berkoar-koar terlebih dahulu kepadanya bahwa saya butuh pertolongan psikologis?”

Satu jam berlalu. Saya meneteskan satu bulir airmata karena beban yang terasa lebih ringan. Sudah lama tidak keluar kata-kata tak terucapkan berbentuk cairan dari kelenjar mata ini.

Terlepas dari hal-hal yang berputar di ego saya di atas, dalam hidup, saya telah beberapa kali bersinggungan jalan hidup dengan beberapa orang yang jiwanya mirip seperti orang dengannya saya bercakap-cakap intense di atas. Beberapa berlalu dalam hitungan hari, minggu, bulan, atau menahun. Saya bisa menandai beberapa kesamaan dalam jiwa mereka. This leads me to the questions I’ve been wondering for years, “apakah benar kita manusia, muncul dalam kehidupan dalam struktur-struktur tertentu, dalam pola-pola yang sudah ditetapkan, seperti halnya saya meyakini adanya Grand Design yang dibuat oleh Seorang Pencipta?” Lalu, “apakah ada pola-pola tertentu di alam semesta yang bisa tandai dan buktikan untuk membuat dan mengetahui rekaan peristiwa di masa lalu, masa kini, masa mendatang?” Dan, “bagaimana rupa pola satu peristiwa dapat memicu peristiwa-peristiwa lainnya?” Dan, “benarkah seperti yang dikatakan orang-orang kuno, bahwa tidak ada yang baru di bawah Matahari dan di atas Bumi?”

Saya kini semakin tekun mencari struktur ini.

(Bersambung ke Post II)

Labels:

Eleazhar P. @ 8/28/2016 11:30:00 PM.

0 Comments:

Post a Comment

Back to blog homepage...
  Web This Blog

 

:: Blogger + Designer

Eleazhar Purba. Indonesian, living in Jakarta. A parts logistics lead who is interested in arts, writings, designs, photos, and the universe. More...
Find me on:

:: Categories

:: Featured

:: Monthly Archives