The Cloud Home
by Eleazhar P.
:: Monday, September 26, 2016
Telusur Luwuk: A Pisces-Journey (10 - 12 Sep), Part I

I made another trip again, yang tentunya sangat menyenangkan, refreshing, dan memberi banyak pengalaman baru, di #eapgetawaysep2016 / #exploreluwuk. Post ini akan diperbarui saat saya ada waktu luang menuliskannya nanti. Sementara itu, kamu bisa melihat Youtube video penjelajahan kami di Luwuk, Sulawesi Tengah ini.


Our travel video as published on Youtube. More photos can be viewed in #eapgetwaysep2016.

[Updated Post]

Trip ini adalah trip dadakan, setalah tiba-tiba terlintas di kepala saya akan satu daerah di Sulawesi - yang baru pertama kali saya tahu namanya sekitar 9 tahun lalu di perusahaan pertama tempat saya bekerja. Dan ide itupun saya sampaikan ke Vera di 20 Agustus lalu saat saling berkomentar di foto unggahan di Facebook. Everything went really smooth. Vera mendapatkan cutinya dengan mudah, dan sayapun bisa koordinasikan pekerjaan dengan tim saya dengan cepat. Liburan 3 hari yang singkat di 10 - 12 September ini harus bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. So we made a Pisces journey, to places where water are deep and wide, where the sea and the sky collide.

Luwuk, ibukota Kabupaten Banggai, di Propinsi Sulawesi Tengah, mungkin belum begitu populer bagi kebanyakan traveler atau orang awam. Tetapi kota inilah yang menjadi portal awal banyak surga-surga tropis tersembunyi yang ada di Sulawesi, dan Indonesia tentunya. Sebut saja, seperti Kepulauan Togean, dan Pulau Dua di Balantak sebagai icon baru wisata Luwuk Banggai yang kami kunjungi kali ini. Kami sendiri menilai bahwa Kota Luwuk berikut kota dan desa di sekitarnya, memiliki banyak sekali obyek wisata potensial. Alamnya sangat bagus, hanya tinggal dipoles di sana-sini, dan Luwuk juga Kabupaten Banggai siap menjadi destinasi baru yang akan dikunjungi banyak orang.

Many first-time experiences

Di perjalanan ini, ada banyak hal yang menjadi our first-time experiences. You know, sebagai anak rumahan, dulu saya tidak punya pemikiran untuk mau menjelajah cukup jauh, tempat asing, all the strange things that matter.. Tetapi kini, hal-hal seperti itu - mendatangi tempat baru dan berinteraksi dengan orang lokal, adalah sedikit dari beberapa hal baru yang saya sukai.

Di perjalanan ini, adalah pertama kali saya ke Sulawesi, dan pertama kali ke titik paling timur Indonesia yang pernah saya capai (semoga akan pernah ke Papua di masa mendatang). Dan di sini pula menjadi pertama kali saya mewujudkan keinginan aneh saya sejak tahun lalu; ingin merasakan menumpangi Garuda Indonesia’s Explore Jet di armada Bombardier CRJ1000! Hahaha.. Saya memang sering terbang, tetapi ada sensasi berbeda saat menumpangi si pesawat pensil itu, yang saya sebelumnya kesusahan mempunyai kesempatan menaikinya karena jalur-jalur yang saya terbangi biasanya selalu rute gemuk atau menggunakan pesawat berukuran sedang/besar. Mungkin karena sudah di-brand sebagai “Explore Jet” maka lebih terasa suasana petualangannya, terutama ke jalur-jalur rintisan atau pengembangan. Tetapi tetap terasa sangat comfortable seperti layaknya berada di dalam Boeing’s Dreamliner dalam kesempatan saya pergi-pulang ke Jepang dulu. Saya bisa menjadi sangat "kemaruk", seperti baru pertama kali menaiki pesawat, saat bus pengangkut dari bandara yang kami naiki tiba di depan hidung CRJ1000 ini. It was felt like, "yeay! I'm about to explore! I'm about to explore this country with you!!!"
Tiba di Luwuk dengan armada CRJ1000-nya Garuda Indonesia Explore

By the way, salahsatu alasan kami menggunakan Garuda Indonesia ke Luwuk ini juga lebih karena waktu terbangnya yang bagus - di pagi hari. Dan boarding pass bisa kami gunakan untuk mendapat benefit berupa diskon menginap di Hotel Boulevard Luwuk, yang besarnya lumayan, 10%. :) Hotel Boulevard ini bagi saya termasuk nyaman, lengkap, pengelolanya ramah (mirip dengan Bu Liza pada travel saya ke Pulau Weh tahun lalu), dan breakfast-nya enak. Tinggal tentukan saja mau sarapan apa, staf akan menyiapkan. And I will definitely come again to that hotel someday. Hotel ini termasuk hotel budget ya, IDR 350 K per malam. Kalau mau yang jutaan rupiah per malam juga tersedia di Luwuk. :p

Recommended Itinerary

Yayyyyy!!! Saya tahu banyak teman-teman saya tidak terlalu menyukai tulisan/post yang panjang. *Sigh, millenials…* Jadi langsung saja ke itinerary yang saya rekomendasikan untuk kamu juga bisa segera merencanakan perjalanan menjelajah Luwuk. So here they are. Rekomendasi ini untuk kamu yang bertolak dari Makassar untuk menuju Luwuk, by the way.

Day 1: City Tour
- Berangkatlah dari daerah asal dengan kedatangan di Makassar pada dini hari. Untuk kami, menggunakan pesawat tengah malam dari Jakarta dengan kedatangan di sekitar jam 3 subuh waktu Makassar.
- Enjoy your transit time in Makassar airport.
- Lalu terbanglah dengan maskapai Garuda Indonesia ke Luwuk. Arrival di Luwuk sekitar pukul 7.30 AM jadi cuaca masih tergolong sejuk.
- Pada kedatangan di Luwuk, nikmati suasana di airport-nya yang unik. Orang menyebutkan, desain arrival hall di bandara ini mirip dengan telur burung Maleo. Nikmati pula suasana pantainya yang bersih dan biru. Bandara ini tepat berada di bibir pantai, Instagrammable! :)
- Lanjutkan perjalanan ke pusat kota. Pintar-pintarlah memilih kendaraan. Ada angkutan kota yang juga melintas menuju pusat kota kok. Kalau mau nyaman boleh memilih “taksi” pelat hitam yang banyak mangkal di Bandara. Patokan harga; IDR 50 K per orang.
- Nikmati sarapan di pusat kota. Warung atau rumah makan memang belum banyak yang buka pastinya. Tetapi pasti ada.
- Lanjutkan perjalanan menuju Bukit Inspirasi yang juga masih di area kota. Dari sini kamu bisa menikmati kecantikan Luwuk pada menjelang siang, sambil makan sianglah di sini. Luwuk itu kelihatan sangat hidup dan indah dari Bukit Inspirasi; dalam satu paket combo kamu akan mendapat view laut, perkampungan nelayan, kota, ladang, dan perbukitan. Indah dan menenangkan! Patokan harga ojek; IDR 4-5 K per orang, jauh-dekat. Naik taksi resmi (pelat kuning!! Dan ini harus saya tekankan kalau taksi seperti itu juga ada di Luwuk, dan akan menjadi pilihan paling nyaman bagi pelancong) juga bisa, kisaran harganya - dengan argo tentunya, sekitar IDR 22 K dari pusat kota.
- Setelah itu pergilah ke Pantai Kilo Lima, berheninglah di pantai yang bersih dan biru ini. Kamu juga bisa snorkeling di sini. :D
- Menuju hotel, beristirahat sebentar.
- Di sore menjelang malam, heningkan diri di tepi pantai sambil jajan sore. Di Luwuk, kamu tidak bisa bisa menikmati sunset dengan view laut, karena area baratnya adalah perbukitan.
- Lalu pergilah ke mall Luwuk untuk berbelanja oleh-oleh, makan malam, dan ngopi. Tapi jangan dibayangkan ini seperti mall umumnya ya. Mall di Luwuk itu adalah area pertokoan yang didesain khusus untuk bisa menampung banyak tenants di area komunal. Lokasinya ciamik, di bibir pantai. Vera dan saya sangat menyukai sensasi menumpangi ojek saat menurun dari area “semenanjung” ke mall ini. View-nya indah.
Menelusuri lorong menuju area "telur" di Bandara Luwuk
Kafe di Bukit Inspirasi, Luwuk
Glory hour di Makassar saat akan menaiki CRJ1000
Garuda Indonesia's PK-GPS / A330 siap lepas landas dari Makassar
Glorious sun hovering Makassar
Ini, area arrival di Bandara Luwuk yang unik itu
Pantai Kilo Lima yang bersih dan biru 
Say hi to Luwuk city! 
Say hi to Pantai Kilo Lima!


Day 2: Eksplorasi!
- Berangkatlah dengan mobil sewaan ke Balantak di mana Pulau Dua berada. Dengan berangkat di pukul 6 AM, kita bisa tiba di bibir pantai sekitar pukul 9.10 AM. Kalau melalui jalur “altenatif” di tengah hutan, aroma petualangannya sangat bisa dinikmati.
- Lalu menyeberanglah ke Pulau Dua untuk menjelajahi dan menaiki pulau yang akan semakin terkenal itu. View dari pantai ataupun dari atas bukit sangat bagus! Saya tidak akan pernah lupa sensasi menaiki bukitnya yang curam dan bersenang-senang di pantainya. Sangat menenangkan jiwa.
- Lalu kembalilah ke dataran utama Sulawesi di tengah hari. Saran saya, bawalah bekal makanan karena sangat sulit mencari rumah makan di sini. Kalaupun ada, harganya cukup mahal. :(
- Lalu lanjutkan perjalanan ke perbukitan ala teletubbies di Lenyek. Kalau yang ini sih, ehem, kita kemarin belum sempat ke sana. :p Keburu supirnya mau pulang ke rumah di kampung karena bertepatan dengan malam takbiran. Tapi tidak mengapa.
- Beristirahatlah. Lalu jalan-jalan di kota Luwuk untuk makan malam dengan anything seafood on your plates! Seafood di sini terasa sangat fresh, manis, dan enak.
- And oh, patokan harga untuk sewa mobil ke Pulau Dua; pergi-pulang, temasuk BBM dan jasa supir, all in IDR 600 K. Dan paket berlayar pergi-pulang dari pantai ke Pulau Dua adalah IDR 350 K per kapal. Jadi, kalau berangkat beramai-ramai, murahnya terasa. :)



Day 3: Pulang
- Kamu bisa memulai hari dengan jogging di tepi pantai. Kalau saya sih kemarin, sudah bawa running shoes, tetapi tetap saja molor. I’m not a morning person…
- Berangkatlah ke bandara. Perkiraan ongkos dengan taksi resmi sekitar IDR 60 K. Jauh lebih murah daripada taksi “pelat hitam”.
- Tiba di Makassar, kamu bisa sebenarnya menuju Makassar dan menjelajah sebentar kalau masih ada waktu. Kalau kami, memilih langsung balik ke Jakarta, sehingga Vera ada waktu buat menjelajah Jakarta di sore menjelang malam dan membeli oleh-oleh untuk saudara dan kawan di Batam.

Sekian untuk post ini. Saya masih akan post beberapa side posts untuk eksplorasi Luwuk secara lebih detil dan pribadi.
PS: All photos are not allowed to be copied, downloaded. Please contact us for approval to use and distribute them.

Labels: , , ,

Eleazhar P. @ 9/26/2016 11:00:00 PM. 2 comments.
Read full post with comments.
:: Sunday, September 25, 2016
Renovasi Pisces Sanctuary

Jumat lalu, 23 September, renovasi tahap pertama rumah mungilku, "Pisces Sanctuary", sudah rampung. Yang direnovasi hanya kusen, pintu, dan jendela. Tapi harganya ternyata menguras kantong juga. Tapi tidak mengapa, kualitas materialnya sudah sangat bagus. Berikutnya saya tinggal mencat hitam bagian depan rumah ini. Yes, HITAM! Haha..

Ke depannya saya mau fokus merenovasi rumah yang selama dua tahun lebih ini saya abaikan. Hidup terisolasi di apartment saat ini dan jalan-jalan di akhir pekan ternyata lebih menyedot waktu saya dibanding pulang menjenguk rumah ini di akhir pekan. Bahkan pernah terpikir untuk melepas rumah ini karena tiap kali ke rumah ini hanya kenangan buruk yang datang. Saya tidak menyukai kenyataan bahwa uang yang saya jadikan pembayaran DP rumah ini adalah uang yang saya kumpulkan untuk tujuan tertentu saat itu. Tujuannya dibatalkan, dialihkan untuk membeli rumah ini. It was hurting me, anyway. But now I've been trying to accept and embrace the fact. Selain fakta bahwa harga jual rumah ini sudah naik 100%. Hehe..

Dalam beberapa bulan mendatang saya akan mengurangi niat saya jalan-jalan. Saya hendak fokus untuk menyelesaikan perbaikan dan pengembangan rumah ini.





Labels:

Eleazhar P. @ 9/25/2016 08:58:00 PM. 2 comments.
Read full post with comments.
  Web This Blog

 

:: Blogger + Designer

Eleazhar Purba. Indonesian, living in Jakarta. A parts logistics lead who is interested in arts, writings, designs, photos, and the universe. More...
Find me on:

:: Categories

:: Featured

:: Monthly Archives

:: Current Posts